Politik Islam Sejarah Dan Pemikiran
Politik Islam Sejarah
Dan Pemikiran
Seorang pemimpin yang universal konprehensif
karena masa kepemimpinan rasullah SAW tidak hanya tertuju kepada suatu kaum
atau golongan, tidak pula terhadap suatu bangsa atau keturunan yang berbesa
karena adat dan agamanya, warna kulit dan bangsawannya. Akan tetapi, tetapi sesuai denan petunjuk al-quran bahwa
misi yang dibawa oleh rasullah SAWmencangkup ruang lingkup yang sangat luas,
yaitu kaffatan linnas dan rahmatan lil ‘alamin.
Politik pada Masa
Rasullah SAW
1.
Sikap politik Arab pada Masa Rasullah SAW.
Sejarah badui banyak diliputi dengan
perang. Pada masa itu, dikenal dengan istilah ayyamul arab. Pada umumnya, perang pada masa itu terjadi karena
perselisihan dan pertikaian binatang dan padang rumput. Fanatisme pun menjadi
salah satu karakter yang menonjol di arab.
Rasullah SAW diutus di tengah
masyarakat jahiliyah untuk menyampaikan berita kebahagiaan. Masyarakat arab
pada masa itu benar-benar tertinggal. Untuk itu, masyarakat arab tidak termasuk
dalam kekuatan yang diperhitungkan di dunia. Setelah kehadiran Rasullah SAW,
masyarakat arab mengalami perkembangan dalam waktu singkat, baik dari sisi
keyakinan, budaya dan peradapan.
Setelah diutusnya menjadi Rasullah,
Muhammad SAW menjelaskan prinsip-prinsip agama islam selama 13 tahun di mekah.
Dakwah selama bertahun-tahun tidak menghasilkan kondisi untuk membentuk
pemerintahan dan membangun peradapan baru. Sistem politik di mekah berlandskan
sistem kelompok dan suku. Ada kemungkinan kondisi politik yang rasialis ini
yang menyebabkan tertutupnya jalan rasullah untuk membangun peradapan baru.
Untuk itu, rasullah melaukan hijrah di madinah dimana di kota tersebut rasullah
berhasil mengatur jalannya sisitem pemerintahan islam yang ideal.
2.
Pembentukan negara Madinah.
Setelah tiba dan diterima oleh seluruh
penduduk madinah, nabi Muhammad resmi menjadi pemimpin kota tersebut. Babak
baru dari sejarah islam pun dimulai. Pada periode Madinah, islam merupakan
kekuatan politik. Ajaran islam yang terkenal dengan kehidupan masyarakat banyak
turun di madinah. Nabi Muhammad SAW, mempunyai kedudukan tidak hanya kepala negara, melainkan juga sebagai kepala
agama. Dengan kata lain, dalam diri nabi Muhammad terkumpul dua kekuasaan,
yaitu kekuasaan spiritual dan kekuasaan duniawi. Kedudukannya sebagai rasul
secara otomatis merupakan kepala negara.
3.
Sejarah politik Rasullah SAW di Madinah.
Di dalam al-quran Allah SWT menegaskan
bahwa nabi Muhammad adalah seorang Rasul. Sebagai seorang Rasul beliau bertugas
menyampaikan keseluruhan wahyu yang diterimanya kepada manusia. Nabi Muhammad
SAW, sebagi Rasul bukan hanya menyampaikan dan menjelaskan keseluruhan wahyu
Allah, melainkan juga diberi hak menertibkan kehidupan masyarakat. Oleh karena
itu, Nabi Muhammad SAW contoh teladan yang baik bagi manusia.
Pernyataan tersebut sesuai dengan
bukti-bukti historis tentang tugas-tugas yang beliau lakukan setelah di
Madinah, perannya lebih luas, bukan hanya mengajak manusia untuk beriman kepada
Allah dan sebagi pembimbing spiritual. Pengaturan sistem pemerintahan dan
politik di negar islam telah dimulai sejak awal kedatangan Rasullah SAW di
madinah ketika mendirikan masjid nabawi.
4.
Kepemimpinan nabi Muhammad SAW.
Salah satu aspek kehidupan Rasullah
SAW yang menjadi dan patut diteladani adalah kepemimpinannya. Sebagaimana
tercatat dalam sejarah, kepemimpinan Rasullah SAW telah mewarnai dan
mengarahkan perjalanan sejarah umat islam dari gelapnya kehidupan jahiliah menuju
terang benderangnya kebenaran islam.
Arti dari kepemimpinan dalam
pembahasan ini adalah posisi dan kedudukan Muhammad SAW serta fungsinya dalam
konstitusi madinah dan kepemimpinannya sebagai kepala negara Madinah. Berkenaan
dengan hal tersebut beberapa pasal piagam menyatakan,” bila
kamu berbeda pendapat mengenai sesuatu, maka rujukan utamanya kepada Allah dan
Muhammad SAW”.
Komentar
Posting Komentar