perang dunia I


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik antara dua atau lebih kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Perang Dunia 1 merupakan perjuangan bersenjata sedunia, berlangsung dari tahun 1814-1918, yang melibatkan dua blok kekuatan negara Eropa, yaitu Jerman, Austria, Hungaria melawan Inggris, Prancis, dan Rusia yang merupakan blok sekutu.
Perang dunia muncul karena adanya suatu aliansi dari suatu negara yang ingin mengambil kekuasaan negara lainnya, atau juga karena adanya rasa iri yang timbul dari negara tersebut. Sebagian sejarawan mengatakan bahwasannya terjadi dua perang yaitu perang antara Austria-Hongoria terhadap Serbia dan dikenal sebagai konflik lokal yang lain adalah perang antara Jerman dan Rusia yang dikenal dengan perang umum yang mana Jerman memulai atas perang tersebut agar posisi Negara Jerman tidak di ambil oleh Rusia, walaupun jerman pada masa itu negara yang terkuat di Eropa pada tahun 1914, akan tetapi Jerman takut akan tersalip oleh Rusia.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah untuk kajian lebih lanjut sebagai berikut:
1.      Bagaimana kronologi pecahnya perang dunia 1 ?
2.    Apa sajakah perjanjian-perjanjian yang muncul pada perang dunia 1 ?
3.    Mengapa Hitler naik kekuasaan setelah keterpurukan Jerman?

C.    Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat dirumuskan tujuan masalah sebagai berikut:
1.     Untuk mengetahui bagaimanakah kronologi pecahnya perang dunia 1.
2.     Untuk mengetahui perjanjian apa sajakah yang terjadi pada saat perang dunia 1.
3.     Untuk mengetahui alasan dan penyebab Hitler kembali berkuasa setelah keterpurukan Jerman pada perang dunia 1

BAB II
PEMBAHASAN
World War One
A. Peristiwa-peristiwa yang mengarah pada Perang Besar
           Perang dunia I (1914-1918) yang kemudian disebut perang besar, peristiwa-peristiwa dalam perang itu, dan akibat-akibatnya, termasuk perang dunia II (1939-1945) mempelajari kita untuk menengok kebelakang, apa yang terjadi dalam perang tersebut, antara masalah dan damai yang terjadi di perang tersebut, temasuk hubungan antara politik. Perang besar dimulai dengan benturan antara dua kubu local, yaitu Serbia dan Austria-Hongari. Sebab musabab yang teerjadi pada perang ini terpacu pada satu hal, yaitu pembunuhan Archuke Franz Ferdinand, pewaris tahta Hapsburg di Austria-Hongaria di Sarajevo (1863-1914), oleh seorang pemuda nasionalis Serbia bernama Gavrilo Princip (1984-1918)[1]. Konflik yang terjadi tersebut menyebar, karena para anggota dua aliansi besar mendukung komitmen mereka: Inggris, Prancis, dan Rusia (Triple Entente), dan Jerman dan Austria-Hungaria (Triple Allience). Meskipun italia adalah anggota dari Triple Allience, Negara itu tidak memenuhi kewajibannya. Kedua aliansi ini unik karena, tidak seperti aliansi perimbangan kekuasaan abad sebelumnya, kedua aliansi itu bersifat permanen, termasuk dimasa damai.
           Ada dua sumber yang terdapat pada perang ini, yaitu sumber jangka panjang dan sumber jangka pendek. Abad ini juga ditandai dengan mningkatnya rasisme yang disebabkan oleh meningkatnya popularitas ide-ide yang dikenal sebagai Darwinisme social. Darwinisme berpendapat bahwa proses persaingan dan perjuangan diantara manusia menentukan siapa yang akan bertahan hidup. Pandangan ini pun dihubungkan dengan kapitalisme bebas dan digunakan unutk membenarkan perang srbagai alat yang ampuh untuk mempertahankan kelangsungan hidup Negara- bangsa. Ide ini juga digunakan untuk membenarkan imperialism oleh mereka yang mengklaim bahwa sebagian ras lebinh unggul daripada ras lainnya. Maka, kaum nazi menggunakan ide-ide yang sama. Maka dari itu, mengklaim bahwa perang dimulai karena pembunuhan seorang pangeran merupakan alasan sepele.

           Tahun-tahun antara pergantian abad sampai tahun1914 melahirkan serangkaian kecenderungan berbahaya dan peristiwa-peristiwa yang meningkatkan ketegangan diantara Negara-negara besr Eropa yang akhirnya meledak  pada tahun1914. Bagi kaum realis, kecenderungan yang paling penting adalah pergeseran distribusi kekuatan di Eropa yang disebabkan oleh unifikasi Jerman setelah tiga perang-Schleswig-Holstein (1864), Austro-Jerman (1886),  dan Prancis-Prusia (1870).
           Tahun-tahun sebelum 1914 ditsndai dengan krisis intenasional yang terjadi berkali-kali, sering antara Jerman melawan Inggris, Prancis, dan Rusia. Krisis ini menguji solidaritas system aliansi, memperlihatkan gaya kaisar Wilhwlm yang keras, dan mencerminkan gelombang nasionalisme dan konflik etnis yang melanda diseluruh Eropa. Setidaknya empat insiden layak mendapat perhatian singkat: Krisis Maroko Pertama (1905-1906), Krisis Bosnia (1908-1909), Krisis Maroko Kedua (1911), Perang Balkan (1912-1913).
B.  Pecahnya perang dunia
        Pertama, pada tingkat individu masing-masing, kita dapat berteori bahwa perang pecah karena para pemimpin yang anakronistis. Para pemimpin melakukan kesalahan dengan waktu sehingga tidak dapat menahan langkah menuju perang. Mengikuti penjelasan singkat bahwa semua para pemimpin seperti kaisar Frenz Joseph (1830-1916), Wilhelm II, dan Nicholas II merupakan produk buatan era sebelmnya, yaitu era Negara-negara dynasti. Mereka tidak dapat memahami kekuatan nasionalisme, opini public, industialisasi, dan teknologi atau kecerdasaan dan mereka mengabdi unutk melanggengkan kekuasaan pribadi dan dinasti mereka disamping menjaga perdamaian Negara-negara yang mereka duduki atau internasional mereka. Namun, ini hanya penjelasan parsial, Karena para pemimpin lainnya yang “Modern” juga berperilaku hamper sama.
           Penjelasan lainnya, dalam penelitian tingkat Negara, mungkin dapat disebut argument Negara agresif. Secara khusus, sebagian sejarawan mengatakan bahwa Jerman memulai perang guna untuk mencegah Rusia menjadi terlalu kuat dan inilah alasannya para pemimpin Jerman memberikan “cek kosong” kepada Austria-Hongaria untuk melakukan apa saja terhadap Serbia. Kenyataanya, ada dua perang: yang satu dideklarasikan oleh Austria-Hongaria terhadap Serbia dan dimaksudkan sebagai konflik local; yang lain, perang umum “yang sengaja dimulai” oleh Jerman agar posisi Negara itu tidak diambil oleh Rusia[2]. Dengan kata lain, meskipun Jerman adalah Negara terkuat di eropa, akan tetapi dia takut bahwa beberapa tahun kedepan Rusia akan menyalip posisi Jerman tersebut. Maka, Rusia akan menjadi ancaman mematikan bagi keamanan Jerman, dan jangan sampai terlambat bagi Jerman untuk membombardir Rusia. Maka, Jerman mau bertempur pada 1914 untuk mencegah Rusia terlalu kuat.
Sebagian sejarawan mengatakan bahwasannya terjadi dua perang yaitu perang antara Austria-Hongoria terhadap Serbia dan dikenal sebagai konflik lokal yang lain adalah perang antara Jerman dan Rusia yang dikenal dengan perang umum yang mana Jerman memulai atas perang tersebut agar posisi Negara Jerman tidak di ambil oleh Rusia, walaupun jerman pada masa itu negara yang terkuat di Eropa pada tahun 1914, akan tetapi Jerman takut akan tersalip oleh Rusia. Pada tahun 1914 untuk mencegah rusia Jerman melancarkan perang preventif yang terjadi selama dua tahun yang mana perang semakin berbahaya semakin liar dan tak terkendali, yang mana para jendral mengatakan perang dapat berlangsung tanpa kalah, tetapi tidak dalam dua tahun. Pada tahun 1890 negara lain menunding colonial jerman yang mana ingin menjadikan kekuatan dunia, dan nasionalisme yang menguat sebagai pencipta iklim dan rasa permusuhan meningkat.
            Negara – negara pemenang memaksa Jerman untuk mengaku bertanggung jawab telah memulai perang dalam pasal 231 perjanjian Versailles, yang berbunyi: “pemerintah negara-negara sekutu dan sahabat membenarkan dan Jerman menerima tanggung jawab dan sekutunya atas semua kerugian dan kerusakan yang dialami oleh pemerintah negara-negara sekutu dan sahabat dan warga negaranya sebagai akibat dari perang yang dilancarkan terhadap mereka oleh agresi Jerman dan sekutunya”.
Variasi tingkat-negara dari tema marxis ialah bahwa perang dunia pertama terjadi karena usaha industry senjata internasional untuk menjual produk sebanyak banyaknya. Perusahaan seperti krupp di Jerman, Schneider-creusot di prancis, Vickers di Inggris dan Skoda di Austria-Hongaria adalah para pedagang kematian yang mau menjual senjata kepada semua orang. Nasionalisme juga mendapat perhatian akan sumber-sumber perang, pada tahun 1789 setelah revolusi Prancis yang mana ketika sebuah kekuatan politik berlandaskan nasionalisme, para pemimpin tidak bisa lagi menukar wilayah dan penduduk begitu pula sebaliknya. Dicatat dalam perang dunia 1 Rusia menekan tsar untuk membantu Serbia nasionalisme prancis menuntut kembalinya provinsi yang hilang yaitu Alsacelorraine dan nasionalisme di mana-mana dan akhirnya terjadi perang.
C.    Perdamaian Versailles dan akibatnya
            Perang dunia 1 berakhir dengan keletihan di kedua belah pihak. Jerman dikalahkan di medan perang, mesti tidak ada negara sekutu yang berada di tanah Jerman, tetapi di balik itu warga sipil jerman mengalami kelaparan atas blockade Inggris atas pelabuhan-pelabuhan Jerman.
            Konferensi perdamaian Paris, yang dilakukan di istana Versailles, dibuka pada 12 Januari 1919 yang mana di hadiri oleh 32 negara yang mewakili ¾ dunia. Yang mana dari setiap negara yang menang mempunyai tujuan sendiri-sendiri, jerman dan negara-negara kalah lainnya terpaksa menandatangi perjanjian yang memberikan perdamaian yang sangat berbeda dari yang mereka duga.perjanjian Versailles dan pergolakan yang berlanjut di Eropa menciptakan sebuah dunia baru dan mengubah peta Eropa dan Timur.
D.    Perjanjian versaillaes dan kehinaan Jerman
            Perdamaian keras yang dipaksa terhadap Jerman di Versailles mengubah politik global secara mendasar. Dari perjanjian Versailles menyebabkan naiknya Hitler ke tampuk kekuasaan. Kekecewaan Jerman terhadap perjanjian Versailles didorong oleh keyakinan bahwa Jerman belum benar-benar kalah. Pasukan Jerman utuh dan tanah Jerman tidak diduduki. Mengakui bahwasannya perjanjian Versailles tidak cukup moderat dan tidak cukup untuk menjaga perdamain melainkan akan memancing upaya Jerman untuk membatalkan perjanjian tersebut dan bahwa akibatnya bisa berupa perang baru, Marsekal Foch dari Prancis (1859-1921), komandan sekutu front barat pada tahun 1918, mengatakan: “ini bukan perjanjian ini adalah genjatan senjata selama 22 tahun.
E.     Hitler naik ke tamouk kekuasaan
            Populasi Hitler dan naiknya ke tampuk kekuasaan tidak akan terjadi tanpa depresi besar yang dialami jerman. Terjadi pada tahun 1929-1934 perdagangan luar negri Jerman merosot 2/3 dan produksi industrinya merosot separuh. Pada September 1930 Bruning mengadakan pemelihan anggota parlemen dengan hasil yang buruk. Dengan ketidak puasan public atas kinerja ekonomi pemerintah dan peningkatan tajam suara yang mendukung komunis dan nazi yang anti akan demokrasi yang hampir 1/3 dari pemilih Jerman. Dengan naiknya Hitler ke tampuk kekuasaan, Jerman melalui program persenjatan kembali secara besar-besaran dan pengeluaran public besar-besaran dan menciptakan lapangan kerja yang cukup. Pada tahun 1936 Hitler membawa Jerman ke jalan perang untuk mandiri ke arah ekonomi. Untuk mencapai tujuan ini, Jerman dibawah Nazi berusaha memaksimalkan ekspor  dan meminimalisir impor. Jerman berencana empat tahun yang ambisius yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemandirian dengan memberlakukan kontrol negara terhadap sektor-sektor ekonomi penting dan mendorong pengembangan bahan pengganti sintetis untuk bahan-bahan mentah yang mentah. Terutama persenjataan dan produk nasional bruto Jerman pada tahun 1939 lebih dari 50% diatas tahun 1929 an Jerman menbuat mesin militer yang akan mengancam dominasi dunia.















BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
           Perang Dunia dapat dikaitkan dengan banyak sebab yang saling menguatkan pada masing – masing tingkatan analisis. Beberapa faktor utama yang menyumbang terjadinya Perang Dunia 1 adalah unifikasi Jerman dan perubahan yang ditimbulkan bagi pertimbangan kekuatan global, menciptakan blok – blok kaku, perlombaan senjata di darat dan laut, penyebaran nasionalisme yang kuat, dn persaingan sengit memperebutkan koloni – koloni yang mencapai puncaknya dalam krisis militer. Terjadinya beberapa perjanjian dalam masa perang dunia pertama tak lepas dari kenginan yang kuat untuk menguasai dan menaklukkan blok lawannya.
Dan dalam Perang Dunia pertama negara – negara pemenang memaksa Jerman untuk mengaku bertanggung jawab telah memulai perang dalam pasal 231 perjanjian Versailles, yang berbunyi: “pemerintah negara-negara sekutu dan sahabat membenarkan dan Jerman menerima tanggung jawab dan sekutunya atas semua kerugian dan kerusakan yang dialami oleh pemerintah negara-negara sekutu dan sahabat dan warga negaranya sebagai akibat dari perang yang dilancarkan terhadap mereka oleh agresi Jerman dan sekutunya”.

          








B.  Daftar Pustaka
·      Mansback.W.Richard, “Penhgantar Politk Global”, PO Box 137 Ujungberung, Bandung, 2012
·      Stephen D. Krasner, “State Power and International Trade” World Politics 28:3 (april 1976).



[1]W. Mansbach, Richard dan L.Rafferty, Kirsten. Pengantar Politik Global (Penerbit Nusa Media, Bandung, 2012),123
[2] W. Mansbach, Richard dan L.Rafferty, Kirsten. Pengantar Politik Global (Penerbit Nusa Media, Bandung, 2012),140.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem pemerintahan negara swedia.

Food Security (keamanan pangan)

Pengertian ICCPR, CEDAW, CAT