Penggunaan tahaluf siyasi di negara bagian Kelantan Malaysia
Penggunaan
tahaluf siyasi di negara bagian Kelantan Malaysia
Politik
biasanya didefinisikan sebagai seni pemerintahan, urusan public, kompromi atau
konsensus, kekuasaan dan distribusi sumberdaya, ilmu atau ilmu pengetahuan
masyarakat.tidak hanya itu, politik juga hanoir mencangkup kedalam kehidupan
manusia. Begitu juga dalam pertumbuhan ekonomi, politik secara langsung atau
tidak langsung mempengaruhi perkembangan ekonomi dan ekonomi juga secara
langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan politik di suatu Negara.
Pengalaman dari pengembangan ekonomi politik di Malaysia mungkin bias menjadi
contoh terbaik dalam proses mempromosikan pembangunan ekonomi islam, Malaysia
saksi kebangkitan dan kegagalan dari pembangunan ekonomi islam, baik yang di
prakarsai oleh organisasi maupun Negara.
Ekonomi
politk islam baru saja kedalam ilmu pengetahuan muncul diakhir-akhir ini,
meskipun ekonomi polik tu sendiri sudah merupakan suatu disiplin ilmu. Ekonomi
politik islam sendiri dalam sebuah wacana akademik dilahirkan pada tahun1990,
sedangkan ekonomi politik dikembangkan pada abad ke-18 jauh sebelum sebelum
ekonomi politik itu diganti dengan istilah ekonomi diakhir abad ke-19. Menurut
Kuruma (1954) yang pertama kali memeperkenalkan sistem ilmiah kedalam ekonomi
politik adalah Francois Quesnay, pendiri sekolah Physiocratic dipertengahan
abad ke-19. Yang mana hal ini diikuti oleh ilmuan ekonomi lainnya seperti, Adam
Smith, David Ricardo, karl Marx, Thorstein Veblen, dan lain sebagainya.
Dalam
sebuah pemberahuan yang berada didalam sebuah Negara-politik-ekonomi-lembaga
ekonomi politik islam memberi sebuah rumusan yang disebut tahaluf siyasi yang
mana rumusan ini untuk mencapai atau untuk memecahkan sebuah perselisihan dalam
mendapatkan sebuah manfaat yang memuaskan bagi pihak-ihak yang terlibat.
Tahaluf siyasi disini ialah sebuah perjanjian untuk bekerjasama dan saling
memberikan bantuan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah disepakati dengan
tujuan tidak melanggar prinsip-prinsip islam. Adapun prinsip-prinsip tahaluf
siayasah ialah harus sesuai dengan prinsip-prinsip islam, untuk kemashalatan umat,
berada dalam posisi yang kuat, menguntungkan jamaah umat islam, adanya
kebebasan dalam berdakwah, tidak adanya kompromi bagi siapa saja yang melakukan
kecurangan (kebatilan) eksekusi harus sesuai dengan hokum islam. Selain itu
tahaluf siyasi harus memenuhi persyaratan sebagi berikut 1. Perjanjian harus
dilakukan oleh sekelompok mumayiz, bijaksana dan tidak seorang budak, 2. Harus
adanya kontrak perjanjian (aqad) bebas dari setiap penguasa yang ada, 3. Harus
ada perjanjian spesifik yang jelas, 4. perjanjian dan isinya tidak bertentangan
dengan hukum Islam.
Tahaluf
siyasi telah dipraktekkan oleh umat Islam sejak zaman Rasulullah SAW melalui
proses yang dikenal kemudian sebagai hal al-fudul. Dalam dunia kontemporer,
salah satu negara di mana tahaluf siyasi bisa menjadi contoh terbaik dari
relevansi untuk pembangunan ekonomi adalah Negara Bagian Kelantan di Malaysia. Namun
dalam beberapa pendapat para ahli yang mereka lihat dari kasus-kasus dan sistem
yang ada di Negara Malaysia bagian Kelantan ini bias dikatakan lebih cenderung
lebih ke arah politik dari pada kea rah pembangunan ekonomi, meskipun siyasi
tahaluf lebih relevan ke kedua arah tersebut.
Komentar
Posting Komentar