pengertian ICRC dan Tugas-tugasnya


Pengertian ICRC.
ICRC adalah organisasi kemanusiaan yang netral, imparsial, dan indepenen/mandiri. Secara garis besar ICRC merupakan pendiri dan anggota palang merah internasional, inisiator pertama dalam penyusunan International Humanitarian Law, pendukung dalam penyebarluasan serta pengawas penerapan International Humanitarian Law dan prinsip palang merah dan peyelenggara operasi kemanusiaan berdasarkan permintaan suatu negara atau inisiatif sendiri. ICRC tetap melaksanakan misi aslinya, yaitu memberikan perlindungan serta bantuan kepada rakyat sipil dan militer yang menjadi korban dalam pertikaian senjata internasional, kekacauan dan ketegangan dalam negeri diseluruh dunia. Bilamana dibutuhkan, ICRC mengorganisir program bantuan kemanusiaan dan operasi medis bagi korban perang, pendidik sipil maupun penduduk musuh, serta pengungsi.
Mandate dan status hukum ICRC dapat Membeakan engan organisasi internasional lainnya. Status ini memberi ruang kepada ICRC untuk secara independen dari pemerintah dan untuk melayani orang-orang yang paling membutuhkan perlindungan dan bantuan dengan cara yang sepenuhnya imparsial. Tindakan ICRC ditujukan untuk melindungi kehidupan, kesehatan, dan martabat orang yang terkena dampak kekerasan. Dalam melakukannya, ICRC melakukan pendekatan holistic dan terintergrasi dimana terdapat tiga bidang yang berbeda yaitu: perlindungan, bantuan dan pencegahan yang saling berkaitan. Pekerjaan yang dilakukan di salah satu bidang ini menjadi bidang dasar, memperkuat dan melengkapi tindakan yang diambil di bidang-bidang lainnya.
ICRC Bekerja.
Jaringan transnasional dapat mempengaruhi banyak hal yaitu dengan cara yaitu kelompok
politik atau gerakan social lainnya. Mereka tidak bisa berkembang jika menggunakan kata
tradisional tetapi mereka harus menggunakan kekuatan informasi, gagasan, dan strategi mereka
untuk mengubah konteks informasi dan nilai dimana sebuah negara membuat kebijakan. Sebagai
besar jaringan bisa dikatakan sebagai persuasi atau sosialisasi. Tapi proses itu tidak dapat
terhindar dari yang namanya konflik, malah persuasi dan sosialisai rentan terhadap suatu
konfliktipologi taktik yang digunakan jaringan dalam persuasi di usaha mereka, dan secara
kredibel menghasilkan informasi yang dapat digunakan secara politis dan memindahkannya ke
tempat yang paling berdampak.
Para aktivis lingkungan dan perempuan telah melihat kampanye pembelaan atas hak asasi
manusia (HAM) untuk model lembaga internasional yang efektif. Organisasi hak asasi manusia
telah bergabung dalam kampanye pembelaan hak-hak manusia, beberapa aktivis menganggap
diri mereka sebagai bagian dari komunitas LSM yang selain berbagi informasi, kelompokkelompok
idalam jaringan itu menciptakan sebuah kategori atau bingkai untuk menghasilkan dan
mengatur informasi menjadi dasar kampanye mereka. Kemampuan mereka untuk
mengumpulkan informasi dengan cepat, akurat, dan menerapkannya secara efektif. Hal ini juga
sebagai penting bagi identitas mereka. Penyelenggara komunitas ini harus memastikan bahwa
individu dan organisasi yang memiliki akses terhadap informasi yang diperlukan dan dan
digabungkan kedalam sebuah jaringan.
Dengan memusatkan perhatian pada interaksi internasional yang melibatkan actor nonnegara,
kita bisa mengikuti karya sebelumnya dalam politik transnasioanal yang menandai
munculnya banyak hubungan kontak didalam masyarakat dan akibatnya hilang dalam konteks
dalam negeri maupun politik internasional. Konsep jaringan menawarkan lebih lanjut dari
pekerjaan itu. Ada beberapa actor transnasional yang berbeda yaitu: perusahaan multinasional,
kelompok agama, dan organisasi keilmuan internasional. Namun dalam hal ini kita dapat
membedakan kategori yang berbeda berdasarkan kategori mereka, yaitu:
1. Mereka yang pada dasarnya merupakan sebuah tujuan instrumental, terutama
perusahaan transnasional dan bank.
2. Mereka yang terutama yang di dorong olehgaasan kausal bersama, seperti kelompok ilmiah atau komunitas epistemis.
3. Mereka yang termotivasi terutrama olehkategori jaringan trans yang berbeda.
Langkah ICRC dalam menanngulangi sebuah krisis.
Dalam penanggulangan penanggulangan krisis kemanusiaan khususnya anak-anak korban perang, ICRC didukung UNICEF dan TRC dan pemerintah setempat untuk membantu memberikan pertolongan terhadap anak-anak korban perang. Dengan melakukan kerjasama organisasi non pemerintah setempat, UNICEF, ICRC mengembangkan konsep rehabilitas bagi anak-anak korban perang yang dinamakan dengan psycho social programs yang berisikan teknik-teknik terapi untuk para tentara anak. Batas maksimum seorang anak dalam pusat rehabilitasi adalah enam bulan, kecuali anak-anak yang masih membutuhkan perawatan medis dan anggota keluarga mereka belum ditemukan. Selama berdiri hingga sekarang ICRC telah mengalami banyak hambatan, namun pada kenyataannya eksistensi ICRC sebagai organisasi internasional hingga sekarang ini tetap tidak terbantahkan. Buka hanya eksis dalam visi dan misinya selama ini, tetapi ICRC juga turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan Hukum Humaniter Intenasional.
Adapun bantuan-bantuan yang diberikan oleh ICRC terhadap negara dan korban perang adalah :
 Air Bersih
 Pemberian Layanan Kesehatan
 Analisis Tentang Bahan Peladak
 Memantau Kedaan Tempat Bagi Tawanan Perang
 Sosialisasi kepada militer tentang Hukum Humaniter Internasional
Dari beberapa bantuan yang diatas, merupan suatu bantuan yang sangat penting dalam kedaan konflik. Yang mana ICR sebagai lembaga kemanusiaan internasional tidak memandang dari segi ras, agama, negara karena ICRC selalu bergerak dengan tidak secara sukarela dan tidak memandang apapun. Jikalau ada yang membutuhkan ICRC akan segera menolong dan membantu yang luka baik rakyat sipil maupun kombatan yang terluka.
Kerjasama Pemerintah Indonesia Dengan ICRC.
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menerima kunjungan dari Presiden ICRC Peter Maurer, di kantor wakil presien, Merdeka Utara, senin (20/3/2017). Keatangan Manuer beserta delegasi merupakan kunjungan yang sekian kalinya untuk kembali mengapreasiasi kerjasama yang tebentuk selama ini dengan pemerintah Indonesia khususnya di bidang kemanusiaanya dengan PMI. Dan Peter sendiri menyampaikan keinginan ICRC untuk bekerjasama secara lebih konprehensif dan lebih solid dengan Indonesia. Dalam pertemuan tersebut Peter memuji kreativitas Indonesia dalam peran serta misi kemanusiaan khususnya di Rakhine state, Myanmar. Hal ini mendorong ICRC untuk menawarkan kerjasama dengan pemerintah Indonesia khususnya PMI dalam pengembangan kapasitas SDM khususnya di bidang kesehatan. Biang lain yang juga ditawarkan kesiapan dalam menanggulangi bencana dan krisis kemanusiaan. ICRC membutuhkan peran dan pengalaman Indonesia dalam menanggulangi krisis kemanusiaan di Myanmar, Thailand, dan Filipina. Yang mana Peter menganggap cukup model Indonesia memberikan peluang besar peramaian di kawasan tersebut.
Daftar pustaka
(n.d.). Retrieved from ICRCblog Indonesia: http://http://blogs.icrc.org
Kenali ICRC. (n.d.). jakarta: delegasi regional ICRC untuk Indonesia.
KIP, s. (2017, maret senin). Retrieved from Situs Resmi Wakil Presiden Republik Indonesia: http://http://www.wapresri.go.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem pemerintahan negara swedia.

Food Security (keamanan pangan)

Pengertian ICCPR, CEDAW, CAT