Pengaruh Peradapan Islam Terhadap Dunia


Pengaruh Peradapan Islam Terhadap Dunia
Dalam beberapa literatur diungkapkan bahwa proses masuknya peradaban Islam di dunia barat melalui empat cara sebagai berikut
1.  Andalusia (Spanyol)
Islam pertama kali masuk ke Spanyol pada tahun 711 M. melalui jalur Afrika Utara. Spanyol sebelum kedatangan Islam dikenal dengan nama Iberia/Asbania, kemudian disebut Andalusia, ketika negeri subur itu dikuasai bangsa Vandal. Dari perkataan Vandal inilah orang Arab menyebutnya Andalusia. Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tarif bin malik, thoriq bin Ziyad, dan Musabin Nusair. Tarif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik, sedangkan Musa sebagai pengirim pasukan, sementara Thariq bin Zahid lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata, yaitu sebanyak 12.000 pasukan dan berhasil menaklukan Spanyol pada tahun 92 H. atau 711 M.
Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq bin Ziyad membuka jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abd Aziz tahun 99 H/717 M. Dengan sasarannya menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Prancis Selatan. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaum muslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini, telah menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh ke Prancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia. 
2.  Sisilia
Dunia Kristen latin ini merasakan pengaruh muslim melalui Sisilia. Serangan pertama ke Sisilia tahun 652 M. ketika kota Siracusa dimasuki dan kekuasaannya tenggelam saat itu juga. Pada tahun 831 M. kota Palermo dapat dikuasai umat Islam. Penaklukan daerah Italia terus berlangsung hingga mencapai anti klimaks pada abad ke-9 yaitu pada tahun 871 M. saat kota Bari direbut kembali oleh pasukan Kristen dan menjadi pertanda berakhirnya kekuasaan muslim atas Italia dan Eropa tengah.
Munculnya bangsa Norman yang dipimpin oleh Roger pada tahun 1060 M. hingga tahun 1091 M. telah berhasil menaklukan seluruh kekuatan Islam dan Bizantium di Sisilia dan mengadopsi peradaban Islam dalam kekuasaan mereka, baik dalam bidang sastra, seni, industri dan bidang-bidang yang lain. 
3. Kedatangan orang-orang salib di timur Islam
Invasi atas Spanyol dan Sisilia memberi arti bahwa suatu waktu Islam hadir di daerah pinggiran Kristen Latin. Namun demikian, invasi tersebut memunculkan reaksi gerakan perang salib pada abad ke-11. Selama perang salib ini telah mengakibatkan terjadinya tukar menukar pengaruh budaya di antara mereka, atau lebih tepatnya penerimaan orang-orang Eropa atas corak-corak kebudayaan Islam.
Selanjutnya orang-orang salib menetap di Timur Islam dalam waktu yang cukup lama sejak abad 5 H-7 H. (Abad 12 sampai 17 M.). Karenanya terjadi hubungan yang intensif dengan seluruh peradaban Islam yang mengagumkan mereka. Walaupun peperangan terus terjadi antara mereka dan kaum muslimin, akan tetapi para cendekiawan mereka tidak menutup diri untuk mengambil seluruh peradaban Islam yang disaksikannya.
4. Pertukaran perniagaan antara timur dan barat
Peristiwa ini terjadi sejak datangnya bangsa Fatimiah di Mesir dan menjadikan Mesir sebagai pusat politik, perdagangan dan kebudayaan. Karena itu penyerangan Mongol di Irak menjadikan Mesir sebagai ka’bah peradaban Islam di era dinasti Mamalik sebagaimana dikatakan Ibnu Khaldun.
Mesir telah membantu kemajuan peradaban di Eropa, adapun kota-kota di Eropa seperti: Pisa, Genova, Venezis, Napoli, Firenze memiliki hubungan dagang dengan Mesir. Kota-kota inilah yang kemudian menjadi bangkitnya Eropa atau yang dikenal dengan renaissance serta menjadi cikal bakal peradaban modern di Eropa.
  Pengaruh Peradaban Islam di Dunia Barat
Kontak antara dunia Islam dengan dunia Barat terjadi sejak awal lahirnya agama Islam sekitar abad XV M. Hal ini ditandai dengan ekspansi yang dilakukan oleh umat Islam dan dapat merebut wilayah-wilayah kekuasaan kerajaan Romawi pada masa itu, seperti Syam (Siria, Palestina) dan Mesir. Ekspansi umat Islam ini terjadi sejak pemerintahan khalifah Umar bin khatab. Pada masa pemerintahan Usman bin Affan pada paruh kedua, ekspansi umat Islam sempat terhenti. Hal ini terjadi sebagai akibat daripada komplik-komplik yang terjadi dalam wilayah pemerintahan masa itu. Maka perluasan wilayah Islam terhenti baik pada masa pemerintahan Usman bin Affan maupun pada masa pemerintahan Alibin Abi Thalib.
Ekspansi kembali terjadi ketika  daulah Bani Umayyah berkuasa dan dapat menguasai wilayah-wilayah dan masuk dalam wilayah kekuasan umat Islam, seperti Afrika Utara, Andalusia (Spanyol), Kaukasus, dan Antolia. Kekuasaan Islam, di samping Afrika dan Eropa juga Asia. Ekspansi ke wilayah Timur melalui Sungai Oxus. Perluasan wilayah ke Eropa melalui jalur Utara terhenti ketika pengepungan kota Bizantium gagal. Pengepungan ini berlangusng selam satu  tahun, yaitu dari tahun Agustus 716-September 717 M. Pengepungan yang cukup lama ini tidak mampu menjatuhkan kota Bizantium (Tanduk Emas atau Golden Horn). Hal ini dapat digagalkan dengan menaruh rantai besar di dalam laut.
Sekalipun ekspansi ke Eropa melalui jalur Utara gagal, namun demikian,  ekspansi ke arah Barat melalui Afrika Utara berhasil memasuki Eropa khususnya wilayah Spanyol. Penaklukkan Spanyol dilakukan pada masa daulah Bani Umayyah di bawah pemerintahan Al-walid (705-715 M). Sebelum menaklukkan Spanyol, umat Islam telah menguasai Afrika Utara. Afrika Utara merupakan pintu gerbang untuk memasuki Eropa, khususnya wilayah Spanyol.
Dengan masuknya Islam ke Spanyol merubah tatanan baru dan pencerahan terhadap bangsa Eropa dengan sebuah peradaban baru yakni peradaban Islam yang dibawa oleh bangsa Arab dan masuk melalui Spanyol. Karenanya, sulit dipungkiri kemajuan Eropa tidak bisa dilepaskan dari pemerintah Islam di Spanyol.
Montgemary Watt menyebutkan bahwa pengaruh kebudayaan Islam atas barat dengan tiga hal; Pertama, sumbangan orang Arab ke Barat tidak diragukan lagi terutama dalam hal-hal yang menyokong perbaikan tingkat kehidupan dan memperkokoh basis materialnya. Kedua, sebagian besar orang Eropa kurang menyadari pengaruh orang Arab dan karakter Islam yang mereka ambil dan ketiga, kesastraan orang-orang Arab dan yang menyertainya telah merangsang tumbuhnya imajinasi Eropa dan kejeniusan politik orang Romawi.
Keterpengaruhan Eropa pada peradaban Islam, bukan saja pada bidang ilmu pengetahuan akan tetapi juga semangat untuk hidup, sehingga keterpengaruhan itu bersifat menyeluruh. Reformasi gereja, pembangkangan terhadap kaum fiodal yang zalim, sistem pendidikan sastra, arsitektur adalah akibat terpengaruhnya pada peradaban Islam.  Menurut M. Qutub, Toga dalam wisuda itu adalah meniru dari kopiah yang digunakan oleh pelajar Islam yang telah lulus dari universitas Islam.
Di antara bukti-bukti pengaruh Islam di dunia Barat dapat diklasifikasi dalam beberapa bidang sebagai berikut:
a. Intelektual
Penerjemahan-penerjemahan yang dilakukan oleh umat Islam dari berbagai bahasa terkait dengan filsafat dan ilmu-ilmu yang lain mengantarkan umat Islam mencapai puncak kejayaannya. Dari produk terjemahan yang kemudian diintegrasikan dengan teks-teks al-Qur’an dan hadis serta logika, pencapaian di bidang keilmuan sampai pada puncaknya. Di antara yang cukup terkenal dengan produk terjemahannya itu adalah Yahya ibn al-Bitriq (wafat 200 H/ 815 M) yang banyak menerjemahkan buku-buku kedokteran pemikir Yunani, seperti Kitab al-Hayan (buku tentang makhluk hidup) dan Timaeus karya Plato. Al-Hajaj ibn Matar yang hidup pada masa pemerintahan al-Ma’mun dan telah menerjemahkan buku Euklids ke dalam bahasaArab serta menafsirkan buku al-Majisti karya Ptolemaeus. Abd al-Masih ibn Na‘imah al-Himsi (w. 220 H./835 M.) yang menerjemahkan buku Sophistica karya Aristoteles. Yuhana ibn Masawaih seorang dokter pandai dari Jundisapur (w. 242 H/ 857 M.) yang kemudian diangkat oleh khalifah al-Ma’mu>n sebagai kepala perpustakaanbait al-hikmah, banyak menerjemahkan buku-buku kedokteran klasik. Seorang penerjemah yang sangat terkenal karena banyak terjemahan yang dilahirkannya adalah Hunain bin Ishaq al-Abadi yang merupakan seorang Kristen Nestorian (194-260 H./ 810-873 M.).
1)  Filsafat
Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad ke-12. minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abd al-Rahman (832-886 M). Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah. Tokoh utama yang kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail, penduduk asli Wadi Asa, sebuah dusun kecil di sebelah timur Granada dan wafat pada usia lanjut tahun 1185 M. Bagian akhir abad ke-12 M menjadi saksi munculnya seorang pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam, yaitu Rusyd dari Cordova. Pada abad ke-12 diterjemahkan buku al-Qanun karya Ibnu Sina (Avicenne) mengenai kedokteran. Pada akhir abad ke-13 diterjemahkan pula buku al-Hawi karya Razi yang lebih luas dan lebih tebal dari al-Qanun. 
2)  Sains
Abbas bin Fama termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ia orang yang pertama kali menemukan pembuatan kaca dari batu. Ibrahim bin Yahya al-Naqqas terkenal dalam ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Dalam bidang sejarah dan geografi, wilayah Islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal. Ibn Jubair dari Valencia (1145-1228 M.) menulis tentang negeri-negeri muslim Mediterania dan Sicilia dan Ibn Batutah dari Tangier (1304-1377 M.) mencapai Samudra Pasai dan Cina. Ibn Khaldun (1317-1374 M) menyusun riwayat Granada, sedangkan Ibn Khaldun dari Tum adalah perumus filsafat sejarah. Semua sejarawan di atas bertempat tinggal di Spanyol yang kemudian pindah ke Afrika.
3)  Musik dan Kesenian
Dalam bidang musik dan seni suara, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya al-Hasan bin Nafi‘ yang dijuluki Ziryab. Setiap kali diadakan pertemuan dan jamuan, Ziryab selalu tampil mempertunjukkan kebolehannya. Ia juga terkenal sebagai pengubah lagu. Ilmu yang dimilikinya itu diturunkan kepada anak-anaknya, baik pria maupun perempuan, dan juga kepada budak-budak, sehingga kemasyhurannya tersebar luas.
4) Bahasa dan Sastra
Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Di antara para ahli yang mahir dalam bahasa Arab, baik keterampilan berbicara maupun tata bahasa yaitu Ibn Sayyidih, Ibn Malik pengarang Alfiyah, Ibn Haruf, Ibn al-Hajj, Abu Ali al-Isybili, Abu al-Hasan bin Usfur, dan Abu Hayyan al-Garnati.
5) Bidang Kesehatan
Pada akhir abad ke-7 M. Khalid bin Yazid (cucu pertama dari khalifah Bani Umayyah) merupakan yang pertama dalam sejarah kekhalifahan umat Islam yang belajar ilmu kesehatan kepada John (seorang ahli bahasa dari Alexandria) dan beliau juga belajar kimia kepada Marrinos dari Yunani. Ahad ibn Ibas dari Cordova adalah ahli dalam bidang obat-obatan. Umi al-Hasan bint Abi Ja‘far dan saudara perempuan al-Hafidzh adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita. 
Hingga tahun 1500, buku ini sudah dipublikasikan dalam cetakan yang keenam belas. Karena masih terus digunakan hingga tahun 1650, buku itu dipandang sebagai karya dalam bidang kedokteran yang paling banyak dipelajari sepanjang sejarah. Buku ini diikuti oleh karya-karya terjemahan dari bahasa Arab lainnya, termasuk beberapa karangan al-Razi, Ibnu Rusyd, Hunain bin Ishaq dan Haly Abbas.
 Kesimpulan
Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak berhutang budi kepada khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang di periode klasik. Dengan demikian, pengaruh peradaban Islam sangat besar terhadap dunia Barat.   
1.      Peradaban Islam masuk di Eropa dengan empat cara yaitu saluran peradaban Islam yang mempengaruhi Eropa melalui Spanyol, Sisilia, perang Salib maupun pertukaran perniagaan, akan tetapi saluran yang terpenting dalam hal ini adalah Spanyol Islam.Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Barat menyerap peradaban Islam,baik dalam hubungan politik, sosial, ekonomi maupun peradaban antar negara. Bahwa suatu kenyataan sejarah Spanyol selama tujuh abad lebih berada dalam kekuasaan Islam.
2.      Pelacakan historis menjadi sangat logis bahwa peradaban Barat dibangun dari rahim fase sejarah Islam menduduki Spanyol. Secara sosial politik, Islam dalam posisi yang sangat kuat untuk melakukan ekspansi dan secara peradaban dalam Puncak keemasaannya. Proses ekspansi ini diikuti dengan transfer of sciense dari kaummuslimin ke penduduk Spanyol saat itu. Kebudayaan terbuka dan dermawan ilmu yang dibangun oleh kaum Muslimin saat itu, menjadikan setiap kelompok, daerah, atau suku bangsa sangat terbuka lebar menimba ilmu pengetahuan dari kaum Muslimin diSpanyol, termasuk banyak orang-orang Eropa yang menimba ilmu pengetauan dalam berbagai bidang dari Muslim Spanyol, baik ilmu-ilmu ‘aqli maupun ilmunaqli. Ketika mereka sudah kembali ke daerah masing-masing banyak yang mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut di daratan Eropa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem pemerintahan negara swedia.

Food Security (keamanan pangan)

Pengertian ICCPR, CEDAW, CAT