pasar tunggal Uni Eropa


Isu-isu ekonomi telah mendominasi pasar ekonomi Uni Eropa. Hal ini dilakukan penggabungan antara produksi Batu bara dan baja melalui bea cukai, kebijakan di sektor pertanian, stabilitas dalam nilai tukar, pasar tunggal dan mata uang tunggal, sebagian besar progam kerja yang ada di dalam Uni Eropa sendiri merupakan hal-hal yang berkenaan dengan perdagangan, tarif, pasar, mata uang, persaingan (kompetisi), mobilitas kaum buruh.
Dalam hal ini ada 3 prioritas yang tercantum dalam perjanjian roma, yaitu:
·         Terciptanya sebuah serikat bea cukai dimana semua hambatan yang ada perdagangan di antra anggota MEE akan segera terselesaikan, dan tercapainya sebuah kesepakatan biaya dimana semua barang yang masuk ke EEC akan dikenai biaya dan pengawasan yang sama. Tujuannya adalah kesepakatan terkait  jkebijakan-kebijakan yang komersial terhadap negara-negara atau pihak ketiga yang terlibat.
·         Terciptanya pasar tunggal Eropa yang mana kesepakatan ini memungkinkan oaring, barang, pelayanan dan komunitas memiliki pergerakan yang tergolong bebas. Untuk menetapkan dasar untuk masalah ini, negara harus mengembang sebuah persaingan dengan meminimalisis bantuan dari negara kepada industry nasional untuk menghindari penyimpangan ekonomi, memecah sebuah monopoli, dan  memasukkan kesehatan dan keselamatan selama bekerja kedalam salah satu standar nasional yang yang harus dipenuhi.
·         Ditingkatkannya kebijakan industry pertanian dimana upah petani dan hasil pertanian dibayar dengan harga yang seimbang untuk menjamin adanya persediaan makanan.
Pasar tunggal Uni Eropa.
Pada pertemuan puncak di Brussels pada Februari 1985, dewan Eropa sepakat bahwa tiba saatnya para petinggi Uni Eropa memfokuskan kembali pada salah satu tujuan awal Uni Eropa yaitu penyelesaiaanya pasar tunggal dimana tidak akan lagi hambatan untuk berdagang bagi anggota Uni Eropa. Jacques Delors yang mana pada saat itu baru saja mengambil salah satu jabatan sebagai presiden komisi dimana ia sangat ingin melanjutkan pengawasan terhadap perdagangan dan industry yang ada di pasar Eropa. Hal ini yang menjadikan undang-undang tunggal di Eropa yang telah dibahas di ICG antara bulan September 1985 dan Januari 1985, masuk pada Februari 1986 dan berlaku pada Juli 1987. Tujuannya adalah untuk menghapus sisa hambatan terhadap pergerakan bebas terhadap orang, barang, jasa, dan uang pada akhir tahun 1992. Hambatan tersebut terdapat tiga bentuk utama yaitu: fisik, fiscal, dan teknis.
Krisis zona Eropa.
Dalam proses pencapaian integrasi ekonomi yang dilakukan oleh Uni Eropa terhambat oleh terjadinya krisis Zona euro. Yunani adalah negara pertama yang dilanda krisis dikerenakan ketidak mapanan negara tersebut dari segi ekonomi, krisis ekonomi kemungkinan buah dari kesalahan kebijakan pemerintahannya di masa lau dimana pada tahun 1974, Yunani berganti sisitem pemerintahan dari junta militer menjadi sosialis (kalau di Indonesia seperti peralihan dari pemerintah orde lama ke orde baru), pemerintah yang baru ini kemudian mengambil banyak hutang untuk membiayai subsidi, dana pensiunan, dan gaji PNS. Utang tersebut menumpuk hingga tahun 1993, ketika pada krisis global dimana negara-negara lain mulai bangkit dari resesi, dua dari sektor ekonomi utama Yunani yaitu sektor pariwisata dan perkapalan, justru mendapat penurunan. Dari keadaan semakin memburuk ketika pada tahun 2010, diketahiu pemerintah Yunani telah membayar Goldman sachs dan beberapa bank investasi lainnya, untuk mengatur transaksi untuk menyembunyikan angka sesungguhnya dari utang pemerintah.
Dengan krisis yang mengancam yunani yang dikhawatirkan tidak bias membayar utangnya, maka Yunani meminta Uni Eropa IMF untuk memberikan dana talangan sebesar 110 miliyar euro dengan jangka waktu 3 tahun. Sebagai timbal baliknya, yunani diwajibkan untuk melakukan penghematan yang lebih ketat lagi sebagai persyaratan untuk mendapatkan dana talangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem pemerintahan negara swedia.

Food Security (keamanan pangan)

Pengertian ICCPR, CEDAW, CAT