Hubungan ilmu fisika dengan berbagai ilmu.
Hubungan
ilmu fisika dengan berbagai ilmu.
Pada zaman modern seperti sekarang ini,
ilmu fisika sangat mendukung perkembangan teknologi, industri, komunikasi,
termasuk kerekayasaan (engineering), kimia, biologi, kedokteran, dan lain-lain.
Ilmu fisika dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai fenomenafenomena yang
menarik. Banyak ilmu-ilmu yang saling berkaitan antara satu dengan yang
lainnya. Yang mana kaitan ini sebagai penyempurna ilmu itu sendiri.
Pentingnya fisika bukan hanya terletak pada
kenyataan bahwa ia memberikan kerangka konseptual dasar dan teoritis di atas
mana semua ilmu pengetahuan alam berpijak. Dari segi praktis, fisika penting
karena ia menyiapkan teknik-teknik yang dapat digunakan pada hampir setiap
bidang riset murni atau terapan. Astronom membutuhkan teknik-teknik optika,
opektroskopi, dan radio. Ahli geologi menggunakan metode gravimetri, akustik,
inti dan mekanika dalam penelitiannya. Penggunaan serupa juga dilakukan
oleh ahli kelautan, meteorologi, dan seismologi. Sebuah rumah sakit modern
dilengkapi dengan ahli laboratorium dimana teknik fisika canggih diterapkan.
Sebagai kesimpulan, hampir tak ada suatu kegiatan riset termasuk arkeologi,
paleontologi, sejarah dan kesenian yang dapat berlangsung tanpa menggunakan
tekni-teknik fisika modern. Fisikawan mempunyai kepuasan bahwa ia tidak hanya
memajukan pengetahuan kita tentang alam semesta tapi juga ikut menyumbang bagi
kemajuan sosial umat manusia.
A.Hubungan
ilmu fisika dengan ilmu kimia
Antara ilmu fisika dan
ilmu kimia satu sama lain saling menguatkan. ada fenomena fisika tertentu yang
lebih mudah dijelaskan dengan ilmu kimia dan juga sebaliknya. Dalam bidang
keilmuan, juga dikenal yang namanya Kimia Fisik. Kimia Fisik adalah ilmu yang
mempelajari fenomena makroskopik, mikroskopik, atom, subatom dan partikel dalam
sistem dan proses kimia berdasarkan prinsip-prinsip dan konsep-konsep fisika,
dengan bidang khusus, termodinamika kimia, kimia kuantum, dan kinetika.
Kimia Fisik banyak
menggunakan konsep-konsep dan prinsip Fisika Klasik (seperti energi, entropi,
suhu, tekanan, tegangan permukaan, viskositas, hukum Coulomb, interaksi dipol),
Fisika Kuantum (seperti foton, bilangan kuantum, spin, kebolehjadian, prinsip
ketakpastian), maupun Mekanika Statistik (seperti fungsi partisi, distribusi
Boltzmann). Bagian penting dari ilmu ini termasuk termodinamika kimia, kinetika
kimia, kimia kuantum, elektrokimia, kimia permukaan dan kimia padatan, dan
spektroskopi. Kimia fisik juga penting bagi ilmu material modern.
Pada satu sisi ilmu
fisika dan kimia sangat bersinggungan yaitu pada bidang konfigurasi elektron
dalam atom. Ilmu fisika lebih mendalami mengapa elektron membentuk konfigurasi
tersebut sedangkan ilmu kimia mempelajari dampak dari konfigurasi elektron pada
reaksi kimia. Kalau membahas kimia maka akan terbatas pada reaksi senyawa dan
unsur dimana atom-atom akan saling bertukar tempat dan menyusun senyawa baru
dengan melepas atau menyerap energi. Sedangkan untuk reaksi nuklir dimana yang
terjadi adalah pertukaran sub atomik seperti proton dan neutron maka bidang ini
tidak masuk kimia lagi tetapi sudah masuk bidang fisika nuklir. Jadi
hubungannya sebenarnya kimia memperdalam salah satu bagian fisika yaitu yang
berkaitan dengan rekasi kimia dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Karena
bagian ini sangat luas bahkan untuk rantai karbon akan dibahas sendiri dalam
ilmu biologi yaitu biokimia.
B.
Hubungan ilmu fisika dengan ilmu filsafat
Filsafat adalah
pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan
(realitas). Filsafat merupakan refleksi rasional (fikir) atas keseluruhan realitas
untuk mencapai hakikat (kebenaran) dan memperoleh hikmat (kebijaksanaan).
Al-Kindi mengatakan bahwa Kegiatan manusia yang bertingkat tertinggi adalah
filsafat yang merupakan pengetahuan benar mengenai hakikat segala yang ada
sejauh mungkin bagi manusia. Bagian filsafat yang paling mulia adalah filsafat
pertama, yaitu pengetahuan kebenaran pertama yang merupakan sebab dari segala
kebenaran.
Unsur rasional
(penggunaan akal budi) dalam kegiatan ini merupakan syarat mutlak, dalam upaya
untuk mempelajari dan mengungkapkan secara mendasar pengembaraan manusia di dunianya
menuju akhirat. Disebut secara mendasar karena upaya itu dimaksudkan menuju
kepada rumusan dari sebab-musabab pertama, atau sebab-musabab terakhir, atau
bahkan sebab-musabab terdalam dari obyek yang dipelajari (obyek material),
yaitu manusia di dunia dalam mengembara menuju akhirat.
Menurut Karl Popper menulis semua orang adalah filsuf, karena
semua mempunyai salah satu sikap terhadap hidup dan kematian. Ada yang
berpendapat bahwa hidup itu tanpa harga, karena hidup itu akan berakhir. Mereka
tidak menyadari bahwa argumen yang terbalik juga dapat dikemukakan, yaitu bahwa
kalau hidup tidak akan berakhir, maka hidup adalah tanpa harga; bahwa bahaya
yang selalu hadir yang membuat kita dapat kehilangan hidup sekurang-kuran gnya
ikut menolong kita untuk menyadari nilai dari hidup.
Komentar
Posting Komentar