ekonomi politik liberalis
Salah
satu karakterilmu sosial adalah sulitnya tercapai kesamaan pemahaman antara
para ahlina dalam melihat pokok bahasan (objek study). Antara ahli yang satu
dengan yang lainnya memiliki sudut pandang dalam melihat suatu masalah atau
fenomena. Oleh sebab itu, dalam mempelajari sebuah sub-disiplin dalam ilmu
sosial seperti EPI kita terlebih dahulu mengenali aliran pemikiran. Hal ini
kita akan membahas beberapa aliran-aliran dalam mempelajari EPI:
A. Aliran Merkantilisme.
Aliran merkantilis mewakili beberapa
varian pemikiran diantaranya Nasionalis, neo-merkantilis realisme, statisme,
proteksionisme, neo-proteksionisme, aliran historis jerman, dll. Diantara
varian atau propektif yang tergolong dalam aliran nasionalis tersebut,
merkantilis merkantilis merupakan yang paling tua sekaligus paling fenomenal.
Merkantilisme sangat erat kaitannya dengan pembentukan negara berdaulat dan
modernsepanjang sekitar abad ke-16 dan ke-17. Dengan menempatkan negara-negara
sebagai pusat analisis, merkantilisme menyajikan sebuah kajian politik yang
sangat eksplisit mengenai hubungan-hubungan ekonomi internasional.
Semua pemikiran merkantilis
memusatkan perhatian pada dominasi kepentingan nasional ( national interest)
dalam kebijakan ekonomi. Selain itu mereka juga concern pada peran negara
(state) dalam mengarahkan aktivitas ekonomi. Fokus utama dalam prefektif
merkantilis adalah masalah keamanaan (security) serta peran negara dan pasar
dalam mewujudkan dan keamanan negara dalam segala bentuknya. Setiap nasionalis
dalam EPI selalu mengutamakan negara (national interest), keamanan nasional
(national security), dan kekuatan militer (military power).
Menurut Jacob Viner merkantilis
memandang wealth power sebagai sasaran kebijakan negara yang saling terkait dan
saling tergantung (interrelated interdependent). Kebanyakan pemikiran
merkantilisme mengambil pandangan bahwa aktivitas ekonomi adalah dan seharusnya
tunduk(suboedinate) pada tujuan utama negara dalam membangun negara yang kuat.
Paham ini untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Kunci kekuatan adalah
kekayaan (the key of power is wealth). Namun untuk bisa mencapai kekayaan
maksimal, negara harus kuat. Negara yang lemah akan menjadi objek eksploitasi
negara lain. Kunci untuk mempertahankan kekayaan adalah kekuatan (the key of
maintaning wealth is power).
B. Aliran Liberalisme.
Aliran
liberalisme memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah umat manusia.
Liberalisme EPI hadir sebagai kritik terhadap merkantilisme yang mengedepankan
kontrol politik dan pengaturan permasalahan ekonomi oleh negara. Hingga saat
ini liberalisme berkembang seiring dengan dinamika hubungan pasar-negara
(market and state).ada beberapa varian pemikiran mazhab liberal yang berkembang
dalam studi EPI. Robert gilpin menyebut adanya mazhab liberal klasik,
neo-liberal, keynisan, monetarist, austrian, rational expetation dan masih
banyak lagi. Sementara itu robert jacson dan george sorensen membagi perspektif
liberalisme kedalam liberalisme sosiologis, liberalisme interdependensi,
liberalisme institusional, dan liberalisme republikan.menurut penganut
liberalisme, pada hakikatnya EPI tak lain adalah merupakan aplikasi teori dan
metodologi ilmu ekonomi dalam setting internasional.
Jika
hakikat ekonomi adalah “pasar” dan hakikat politik adalah “negara” maka kaum
liberal menafikan adanya mutual
interaction, yang mana hilangnya negara terhadap pasar. Liberalisme pada
esensinya adalah aliran pemikiran yang menghendaki kebebasan (freedom), hak-hak
individu(individual rights), dan pasar bebas (free markets). liberalisme
menolak pandangan kaum merkantilis bahwa negara adalah aktor sentral yang harus
menjadi fokus utama ketika menghadapi masalah ekonomi, menurut liberal aktor
sentral adalah individu minimalisasi canpur tangan negara dalam.
C. Aliran Marxisme.
Aliran
Marxis/strukturalalisme (ada juga yang menyebut aliran radikal) pada dasarnya
muncul sebagai kritik atas kegagalan teori-teori liberal dalam praktik ekonomi
internaisonal. pada realitanya dalam masalah dalam EPI yang tidak dapat
dipahami atau tidak dapat diapresiasikan secara lengkap tanpa mempertimbangkan
pemikiran Marx dan prepektif-prepektif struktural yang lebih baru. Gagasan
pokok yang mendasari dan menyatukan pemikiran yang kita sebut sebagai
strukturalisme (radikalisme) adalah struktur menentukan hasil.
Analisi-analisis Marx lebih fokus
pada praktik kapitalisme dalam lingkup domestik bukan pada hubungan-hubungan
ekonomi internasional antarnegara kapitalis. Menurut Marx, faktor-faktor
ekonomi adalah kekuatan pendorong dalam sejarah. Marx meyakini bahwa inti dari
kekuatan ekonomi adalah modal ( alat-alat produksi). Kekuasaan dan kelas-kelas
dalam masyarakat ( negara) terbentuk dari kepemilikan modal atau alat-alat
produksi lainnya. Menurut pandangan Marx, dalam masyarakat kapitalis para
pemilik modal (kaum borjuis) dan kaum proletar terbelengu dalamkonflik untuk
menguasai faktor-faktor produksi. Marx memprediksi bahwa konflik kelas di era
modern akan menyebabkan terjadiya revolusi sosialis, yang pada gilirannya akan
melahirkan masyarakat dan ekonomi sosialis.
Contoh negara-negara
yang menganut aliran Liberalis
Amerika Serikat,
Argentina, Bolivia, Brazil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, kanada,
Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Venezuela dll.
Komentar
Posting Komentar