Corak Pembangunan Ekonomi Politik Qatar
Corak Pembangunan Ekonomi Politik Qatar
Pendahuluan.
Qatar adalah negara Arab kecil yang terletak di Asia Barat
Daya. Negara ini adalah
bagian dari wilayah yang dikenal sebagai Timur Tengah. Qatar terletak di
Semenanjung Arab, di pantai Teluk Persia. Negara ini berbatasan darat dengan
Arab Saudi. Negara pulau, Bahrain, terletak di barat laut. Wilayah Qatar mencakup Semenanjung Qatar dan sejumlah
pulau-pulau kecil di Teluk Persia. Semenanjung itu panjangnya sekitar 160
kilometer dan lebarnya sekitar 90 kilometer. Selain beberapa bukit rendah di
pantai barat, bentang alam Qatar sebagian besar adalah wilayah datar dan
berpasir. Satu-satunya sumber mineral Qatar yang sangat penting adalah cadangan
minyak dan gas alam. Musim panas di Qatar sangat panas, dengan suhu rata-rata
42 °C. Sedangkan musim dingin suhunya jauh lebih dingin, 15 °C. Hujan sedikit
turun di negara ini.
Qatar mulai mengekspor
sejumlah besar minyak pada tahun 1950-an. Hari ini minyak mentah dan gas alam
membentuk sekitar 85 persen dari pendapatan ekspor negara. Dan industri minyak
mempekerjakan mayoritas angkatan kerja. Produk utama yang diproduksi Qatar
meliputi olahan minyak bumi, gas alam cair, pupuk, petrokimia, dan baja. Gandum,
sayuran, dan buah-buahan ditanam di negara ini. Namun, sebagian besar makanan
harus diimpor karena pertanian sangat terbatas oleh iklim yang kering dan
kurangnya tanah yang subur. Industri perikanan memproses ikan dan kerang yang
dipanen di Teluk Persia.
Penerapan Ekonomi Politik syariah di Qatar.
Dalam
beberapa tahun ini Qatar mengalalami perkembangan pesat dalam bidang Ekonomi
maupun politik yang sangat pesat. Hal ini yang menjadikan perekonomian Qatar
sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan yang terpesat nomor satu didunia.
Hal ini tidak lepas dari peran Qatar Islamic Bank. Bank syariah Qatar yang
lebih dikenal dengan Qatar Islamic Bank (QIB) telah berdiri sejak tahun 1982, Bank
saat ini menguasai 42% saham sektor perbankan syariah dan sekitar 12% dari
total sektor perbankan domestik. QIB sendiri telah menjalankan bisnis
domeestiknya melalui jaringan cabang modern yang tersebar di seluruh Qatar. Focus
dari QIb itu sendiri ialah pusat perbankan swasta, meningkatkan usaha kecil dan
menengah (UKM) pusat perbankan wanita. QIB telah hadir diberbagai pasar-pasar
internasional.
Dalam pembangunan ekonomi politik nasional negara Qatar,
pemerintah menbuat kerangka kerja atau pelaksanaan strategi pada tahun 2030
yang bias dikenal dengan Qatar Nasional Visison 2030 (QNV 2030). Akan tetapi
progam ini mendapat beberapa penghambat salah satunya ialah karena Sistem
ekonomi Qatar yang berupa sistem ekonomi kapitalis, mempriotaskan dan
menjadikan industri sebagai produk utama negara dan bergerak dalam sumber daya
yang tersedia, yakni hidrokarbon. Hal tersebut tentu bertentangan dengan
mekanisme pembangunan dalam program QNV yang dianjurkan Protokol Kyoto, bahwa
untuk mencapai target kesepakatan, harus dilakukan pembatasan penggunaan energi
terutama pada sektor yang menghasilkan karbon tinggi terutama industri.
Selain itu,
faktor penghambat juga terdapat dalam sistem sosial masyarakat Qatar.
Masyarakat Qatar cenderung memiliki gaya hidup yang konsumtif dan cenderung
merusak lingkungan, seperi jarangnya penggunaan kendaraan umum yang bisa
menghemat polusi yang dihasilkan, menggunakan AC secara non-stop dan
menggunakan air bersih dalam jumlah besar. Selain itu, sistem sosial di Qatar
juga mengedepankan sistem keluarga dalam basis utama masyarakat (Rezim
Family Base), sehingga kebijakan yang menguntungkan negara selama ini
pengembangan industri akan terus diturunkan pada pemimpin penerus keluarga emir
dinasti penerus, walaupun cenderung merusak lingkungan, karena dianggap membawa
keberhasilan sejak lama. Waktu periode komitmen yang relatif singkat
juga menjadi factor penghambat keberhasilan implementasi QNV 2030, karena
jangka waktu yang jatuh selama 5 tahun ini, sulit diimplementasikan oleh
negara- negara Non-annex I seperti Qatar. Adapun kesulitan tersebut
terletak pada diharuskannya terjadi penurunan energi dan emisi gas rumah kaca
dalam angka 5% dalam waktu yang singkat dengan cara mereduksi industri yang
menggunakan energi tinggi, sedangkan industri merupakan pendapatan utama
negara- negara yang tergolong dalam kelompok negara tersebut.
Daftar
Pustaka
Al-kuwari, A. A. (2016, deember). Retrieved from
www.euromoneyconferences.com
hapsari, d. d. (2014). hambatan implementasi Qatar
National Vision 2030. ejournal hi fisio UNMUL, 220-230.
Komentar
Posting Komentar