Sistem Pemerintahan Indonesia Kabinet Ali Sastrowidjojo II


Kata pengantar.
            Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam yang man selalu melimpahkan segala nikmatnya sehingga kita selalu di berikan kesehatan rohani maupun jasmani. Dan alhamdulillah atas nikmat Allah SWT ini kami dapat menyelesaikan makalah yang insyaallah bermanfaat bagi kita semua, Amin.
            Syalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi besar kita Muhammad SAW, yang mana telah membawa kita dari zaman yang penuh dengan kesesatan, kemaksiatan, kekufuran hingga zaman yang insyaallah berkah bagi kita semua.
            Untuk yang kedua kalinya saya ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu ilmu pemerintahan indonesia bapak Fajar Pramono, yang mana telah memberikan kesempatan kepada kami semua untuk menyusun makalah tentang kabinet Ali Sastrowidjojo II yang mana beliau adalah kabinet indonesia yang ke- dan sebelumnya telah menjabatdi periode pertama pada tanggal dan periode kedua pada tanggal 20 Meret 1956 sampai dengan 14 Maret 1957.  Ali Sastrowidjojo kembali diserahi mandat pada kedua kalinya untuk membentuk Kabinet baru yang biasa di kenal dengan kabinet Ali Sastrowidjojo II. Kabinet baru yang dibentuknya ini merupakan kabinet koalisi antara tiga partai besar yang dan sangat berpengaruh terhadap jalannya sistem pemerintahan Republik Indonesia yaitu PNI, Masyumi dan NU.
Pendahuluan.
            Sebelum republik indonesia serikat dinyatakan bubar, yang dimana pada saat itu sering terjadi demo besar-besaran yang menuntut pemerintah pusat untuk membuat suatu negara kesatuan. Maka melalui perjanjian antara tiga negara bagian yang terdiri dari; negara Republik Indonesia, negara Indonesia Timur, dan negara Sumatra Timur dihasilkanlah sebuah perjanjian yang menghasilkan pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia dengan wilayah yang meliputi dari pulau sabang hingga merauke pada tanggal 17 agustus 1950.
            Sejak 17 Agustus 1950, Negara Republik Indonesia di perintah dengan menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia tahun 1950 (UUDS 1985) yang menganut sistem parlementer di Indonesia. Kemudian pada saat itu muncullah pergantian perdana menteri sebanyak 7 kali yang mana dipimpin oleh beberapa tokoh terkemuka Indonesia dan hal tersebut sangat mempengaruhi perpolitikan dan sistem yang berjalan di kursi pemerintahan Republik Indonesia.
Biogarfi Ali Sastrowidjojo.  
Ali Sastroamidjojo
Ali Sastrowidjojo lahir di Grabag, Magelang pada tanggal 21 Mei 1903 dan beliau meninggal di Jakarta pada tanggal 13 Maret 1976 yang pada saat itu telah berumur72 tahun. Beliau dikenal sebagai tokoh politik, pemerintahan, dan nasionalis indonesia. Beliau mendapatkan gelar Meester in de Rechten (sarjana hukum) dari universitas Leidan, Belanda pada tahun 1927. Beliau juga dikenal sebagai ke-8 dan ke-sepuluh yang mana sempat dua kali menjabat pada periode 1953-1955 (kabinet Ali Sastrowidjojo I) dan 1956-1957 (kabinet Ali Sastrowidjojo II).
Selain itu Ali Sastrowidjojo sempat menjabat sebagai wakil Menteri Penerangan pada kabinet presidensial I, Menteri Pengajaran pada kabinet Amir SyarifuddinI, Amir Syarifuddin II, SertaHatta I, dan wakil ketua MPRS pad kabinet kerja III, kerja IV, Dwikora I, dan Dwikora II.
            Semasa bersekolah, beliau aktif dalam organisasi pemuda, sepertihalnya organisasi jong java (1918-1922) dan perhimpunan Indonesia (1923-1928). Karena aktivitasnya, beliau ditahan pada tahun 1927 oleh polisi Belanda bersama-sama dengan Mohammad Hatta, Natzir Dt. Pamuncak, dan Abdul Majid. Pada tahun 1928, bersama-sama dengan Mr. Soejoedi membuka kantor pengacara dan bersama dengan Dr. Soekirman menerbitkan majalah djanget di Surakarta. Kemudian beliau masuk ke dalam Partai Nasionalis Indonesia (PNI) pimpinan Bung Karno dan kemudian beliau masuk Gerindo saat PNI dibubarkan oleh Mr. Sartono. Setelah kemerdekaan republik indonesia pada tahun 1945, beliau masuk kembali ke organisasi PNI.
            Setelah perang dunia II usai, beliau meneruskan aktivitasnya di bidang politik dan pemerintahan antara lain menjabat sebagai wakil ketua delegasi repulik indonesia pada saat perundingan dengan belanda (februari 1948) dan menjadi delegasi pemerintah republik indonesia dalam perundingan Konfrensi Meja Bundar (KMB). Setelah pengakuan kedaulatan republik indonesia , beliau diangkat menjadi duta besar repulik indonesia di amerika serikat, kanada, dan meksiko (1957-1955). Selin itu, beliau juga diangkat menjadi ketua unum konferensi Asia-Afrika di bandung pada tahun 1955, wakil tetap indonesia di peserikatan bangsa-bangsa (PBB)(1957-1960), dam menjadi ketua umum PNI (1960-1966). Selain menjadi tokoh politik, beliau juga rajin mempulikasikan pikirannya melalui beberapa buku antar lain pada penagntar hukum internasional (1971), politik luar negari indonesia dewasa ini (1972), otobiografi tnggak-tonggak pejalananku (1974), dan mahaiswa indonesia di negari belanda (1975).

Sejarah kabinet Ali Sastrowidjojo II.
            Kabinet Ali Satrowidjojo ini merupakan koalisi dari partai PNI, Masyumi, dan NU. Kabinet ini merupakan kabinet pertama setelah pemilihan umum pada tahun 1955. Pda masa pemerintahan kabinet Ali Sastrowidjojo II timbul gejolak yang dilancarkan para dewan daerah. Mereka menantang pemerintah karena pemerintah dinilai tidak berhasil dalam meningkatkan ekonomi. Berbagai dewan daerah tersebut menyatakan memisahkan diri dari kekuasaan repulik indonesia dan mengambil alih kekuasaan atas pemerintah daerah mereka masing-masing. Disamping itu, Masyumi juga menyatakan keluar dari kabinet Ali Sastrowidjojo II dengan menarik menteri-menterinya.
            Berbagai peristiwa tersebut sangat melemahkan kabinet Ali Sastrowidjojo II sehingga pada tanggal 14 Maret 1957 Ali Sastrowidjojo II menyerahkan mandatnya kepada presiden soekarno dan berakhirlah masa kekuasaan kabinet ini setelah menjabat satu tahun lamanya.
Performa.
            Kabinet ini memiliki 22 orang anggota yang menjadi beberapa jabatan, berikut adalah nama-nama anggota dari kabinet Ali Sastrowidjojo II:
Nama Kabinet             :Ali Sastrowidjojo II
Tahun Dibentuk          :1956
Tahun Demisioner       :1957
Jumlah Pejabat            :22 orang
Susunan Pejabat          :
·         Menteri Agama                                               : Mohammad ilyas
·         Menteri Agraria                                               : A.A. suhardi
·         Menteri Dalam Negeri                        : Soenarjo
·         Menteri Kehakiman                                        : Mulyatno
·         Menteri Kesehatan                                          : H. Sinaga
·         Menteri Keuangan                                          : Jusuf Wibisono
·         Menteri Luar Negeri                                       : Roeslan Abdulghani
·         Menteri Muda Perekonomian                         : F.F. umbas
·         Menteri Muda Perhubungan                           : A.S. De rozari
·         Menteri Muda Pertanian                                 : Sjech Marhaban
·         Menteri Negara Urusan Perencanaan              : Djuanda Kartawidjaja
·         Menteri Negar Urusan Veteran                       : Dahlan Ibrahim
·         Menteri Pekerjaan Umum Dan Tenaga           : Pangeran Muhammad Nur
·         Menteri Pendidkan Dan Kebudayaan            : Sarino Manganpranoto
·         Menteri Penerangan                                        : Soedibjo
·         Menteri Perekonomian                                    : Barhaduddin
·         Menteri Perhubungan                                      : Suchjar Tedjasukmana
·         Menteri Pertahanan (Ad Interim)                   : Ali Sastromidjojo
·         Menteri Pertanian                                            : Eny Karim
·         Menteri Sosial                                                 : Fattah Jasin
·         Menteri Tenaga Kerja                                     :Sabilal Rasjad
·         Menteri Urusan Umum                                   : Rusli Abdul Wahid

Progam kerja Kabinet Ali Sastrowidjojo II
            Untuk memudahkan jalannya sistem pemerintahannya kabinet Ali Sastrowidjojo menyusun beberapa progam kerja. Berikut adalah beberapa progam kerja yang disusun dimasa pemerintahan kabinet Ali Sastrowidjojo II ialah:
1.      Merencanakan dan melaksanakan pembangunan lima tahun.
2.      Mengembalikan Irian Barat kepangkuan Republik Indonesia.
3.      Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif.
4.      Pembentukan daerah-daerah otonomi dan mempercepat terbentuknya anggota-anggota DPRD.
5.      Mengusahakan nasib kaum buruh dan pegawai.
6.      Menyehatkan perimbangan dan keuangan daerah.
7.      Mewujudkan perubahan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional berdasarkan kepentingan rakyat.
8.      Pemulihan keamanan dan ketertiban, pembangunan dan ekonomi, keuangan, industri, perhubungan, pendidikan dan pertanian.
9.      Melaksanakan keputusan konferensi Asia-Afrika.
Keberhasilan kabinet Ali Sastrowidjojo II
            Diwaktu yang sangat singkat masa jabatan yang diembat kabinet Ali Sastrowidjojo II menghasilkan beberapa keberhasilan yang cukup membangun beberapa sektor pemerintahan di Indonesia. Berikut adalah beberapa keberhasilan yang didapat pada masa kabinet Ali Sastrowidjojo II:
1.      Mendapat dukungan penuh dari presiden dan dianggap sebagai titik tolak dari periode paning dan imflesment, hasilnya ialah pembatalan seluruh perjanjian KMB.
2.      Dibangunnya pabrik Semen Gresik.
3.      Dikeluarkannya UU No. 1 Tahun 1957 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah.
Kendala yang dihadapi kabinet Ali Sastrowidjojo II
            Pada masa jabatan kabinet Ali Sastrowidjojo II ada banyak berbagai kendala-kendala yang mereka dapat dari beberapa kalangan baik dari kalangan pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, maupun dari kalangan masyarakat indonesia sendiri. Berikut adalah beberapa kendala yang didapat pada masa jabatan Ali Sastrowidjojo II :
1.      Berkobarnya semangat anti-Cina di maysarakat.
2.      Memuncaknya krisis di berbagai daerah karena pemerintah pusat dianggap mengabaikan pembangunan daerahnya.
3.      Pembatalan KMB oleh president menimbulkan masalah baru khususnya mengenai nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia. Banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya pada orang Cina karena memang merekalah yang ekonominya kuat.
4.      Timbulnya perpecahan antara Masyumi dan PNI. Masyumi menghendaki agar Ali Sastrowidjojo menyerahkan sesuai tuntutan daerah, sedangkan PNI berpendapat bahwa mengembalikan mandat berarti meninggalkan asas demokrasi dan parlementer.
5.      Timbulnya beberapa dewan daerah yang memberontak antara lain:
A.    Dewan Banteng di bawah pimpinan Kolonel Achmad Hussein.
B.     Dewan Gajah di bawah pimpinan Kolonel Simbolon.
C.     Dewan Garuda di bawah pimpinan Letnan Kolonel Barlian.
D.    Permesta di bawah pimpinan Letnan Kolonel Ventje Sumual.
Runtuhnya pemerintahan kabinet Ali Sastrowidjojo II.
            Penyebab utama dari runtuhnya pemerintahan kabinet Ali Sastrowidjojo II ialah mundurnya sejumlah menteri dari partai masyumi (January 1957), dan pada masa pemerintahan kabinet Ali Sastrowidjojo II juga timbul pergolak yang dilancarkan para dewan daerah. Mereka menentang pemerintah, karena dinilai tidak berhasil meningkatkan ekonomi. Berbagai dewan daerah tersebut menyatakan memisahkan diri dari kekuasaan republik Indonesia dan mengambil alih atas pemerintah daerah mereka masing-masing.
Berbagai peristiwa tersebut sangat melemahkan pemerintahan kabinet Ali Sastrowidjojo II sehingga pada tanggal 14 Maret1957 Ali Sastrowidjojo II terpaksa menyerahkan mandatnya kepada president Soekarno dan ketika itu berakhirlah pemerintahan kabinet Ali Sastrowidjojo II.

Kesimpulan.
Ali Sastrowidjojo lahir di Grabag, Magelang pada tanggal 21 Mei 1903 yang dikenal sebagai tokoh politik, pemerintahan, dan nasionalis indonesia. Beliau mendapatkan gelar Meester in de Rechten di Universitas Leirden. Beliau juga seorang aktifis dalam organisasi pemuda, sepertihalnya organisasi jong java (1918-1922) dan perhimpunan Indonesia (1923-1928). Pada saat itu juga beliau masuk dalam Partai Nasionalis Indonesia ( PNI ), yang dipimpin oleh Bung Karno yang kemudian pindah ke Gerindo setelah PNI dibubarkan oleh Mr. Sartono. Dan masuk kembali ke PNI setelah Republik Indonesia merdeka pada tahun 1945.
Pada sejarahnya Kabinet Ali Satrowidjojo ini merupakan koalisi dari partai PNI, Masyumi, dan NU. Kabinet ini merupakan kabinet pertama setelah pemilihan umum pada tahun 1955. Pada masa pemerintahan kabinet Ali Sastrowidjojo II timbul gejolak yang dilancarkan para dewan daerah. Mereka menantang pemerintah karena pemerintah dinilai tidak berhasil dalam meningkatkan ekonomi. Berbagai dewan daerah tersebut menyatakan memisahkan diri dari kekuasaan Republik Indonesia dan mengambil alih kekuasaan atas pemerintah daerah mereka masing-masing.
            Setelah mengalami banyak peristiwa tersebut sangat melemahkan kabinet Ali Sastrowidjojo II sehingga pada tanggal 14 Maret 1957 Ali Sastrowidjojo II menyerahkan mandatnya kepada presiden Soekarno.
Namun beberapa performans yang dilakukan oleh kabinet Ali Sastroawidjojo ini memberikan banyak hasil yang cukup memuaskan seperti mendapatkan dukungan dari presiden tentang pembatalan seluruh perjanjian KMB, pembangunan semen gresik, dan pengeluaran UU tentang pokok-pokok pemerintahan daerah. Akan tetapi tidak sepenuhnya dalam masa jabatannya lurus tanpa kendala seperti berkobarnya semangat anti-Cina di maysarakat, Memuncaknya krisis di berbagai daerah,pembatalan KMB oleh president menimbulkan masalah baru khususnya mengenai nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia dsb.
Sehingga dijelaskan beberapa Penyebab utama dari runtuhnya pemerintahan kabinet Ali Sastrowidjojo II ialah mundurnya sejumlah menteri dari partai masyumi (January 1957), dan pada masa pemerintahan kabinet Ali Sastrowidjojo II juga timbul pergolak yang dilancarkan para dewan daerah. Mereka menentang pemerintah, karena dinilai tidak berhasil meningkatkan ekonomi. Berbagai dewan daerah tersebut menyatakan memisahkan diri dari kekuasaan republik Indonesia dan mengambil alih atas pemerintah daerah mereka masing-masing. Berbagai peristiwa tersebut sangat melemahkan pemerintahan kabinet Ali Sastrowidjojo II sehingga pada tanggal 14 Maret1957 Ali Sastrowidjojo II terpaksa menyerahkan mandatnya. Dan pada akhirnya beliau meninggal di Jakarta pada tanggal 13 Maret 1976 yang pada saat itu telah berumur 72 tahun.



Daftar Pustaka.
            www. Sejarah.com
            www. Materi kelas.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem pemerintahan negara swedia.

Pengertian ICCPR, CEDAW, CAT

Terorisme Sebagai Ancaman Stabilitas Keamanan Dunia Internasional