Review Film Fast & Forious 6
Review
Film Fast & Forious 6
Sutradara : Justin Lin
Penulis : Chris Morgan
Genre : Action, Crime
Tanggal Rilis : 24 Mei 2013
Durasi : 130 Menit
Negara : Amerika Serikat
Bahasa : Inggris (Utama), Rusia, Spanyol
Produksi : Universal pictures, Relativity Media, Original Film
Fast and Furious
6 merupakan film keenam dalam seri franchise film the Fast and the
Furious. Fast and Furious 6 dirilis 2 tahun setelah perilisan film kelima, Fast
Five. Film ini dirilis pada tahun 2013 dan disutradarai oleh Justin Lin. Para
aktor dan cast lama masih hadir dalam film ini, seperti Vin Diesel, Paul
Walker, Dwayne Johnson, Michelle Rodriguez, Tyrese Gibson, Luke Evans,
Ludacris, Sung Kang dan Gina Carano. Sebagai tambahan, aktor Indonesia, Joe
Taslim, juga turut serta dalam film ini sebagai salah satu tokoh antagonis.
Fast & Furious 6 menjadi salah satu film tersukses di tahun 2013, dan salah
satu yang tersukses dalam franchise film Fast Furious.
Menghadirkan banyak aksi laga,
film ini juga masih menampilkan aksi kebut-kebutan mobil yang menjadi
background film ini. Tidak hanya mengandalkan
mobil-mobil dengan modifikasi keren dan aksi kebut-kebutan, Fast and Furious
terus mengembangkan cerita di tiap sekuel, dan karakter-karakternya pun
mengalami pendewasaan. Sutradara Justin Lin, yang mengarahkan seri ini sejak
Tokyo Drift, mengerti betul bahwa penonton akan bosan jika Fast and Furious
terjebak dalam zona nyaman dan terus menjual cerita yang serupa. Perubahan
drastis dimulai dengan kematian karakter Letty dalam film keempat, dan
mengkombinasikan balap mobil dengan perampokan di Fast Five.Fast Furious 6 menerima
Fast and Furious 6 dibuka dengan kelahiran anak Brian (Paul
Walker) dan Mia (Jordana Brewster). Hadirnya anggota keluarga baru dalam
keluarga Toretto-O’Conner disambut bahagia oleh Dom (Vin Diesel). Namun,
kebahagiaan tersebut dirasa semu, karena status mereka sebagai buronan
internasional selalu menghantui. Tidak hanya Brian dan Dom, sahabat-sahabat
mereka yang tersebar di penjuru dunia juga merasakan yang sama. Sementara itu,
Hobbs (Dwayne Johnson), yang melepas kelompok Dom usai merampok di Brasil,
bersama Riley (Gina Carano) tengah memburu sebuah organisasi kriminal
beranggotakan pengemudi liar dari berbagai negara. Owen Shaw (Luke Evans),
pimpinan grup tersebut, melakukan teror di banyak tempat untuk mencapai
tujuannya. Hobbs sadar, orang-orang Shaw hanya bisa ditaklukan oleh lawan yang
seimbang: kelompok Dom. Permintaan tolong Hobbs ditolak Dom, namun sebuah foto
yang menunjukkan Letty, kekasih Dom yang telah meninggal ternyata masih hidup
dan menjadi bawahan Shaw membuatnya berubah pikiran. Dom dan Brian pun segera
mengumpulkan sahabat-sahabatnya: Roman (Tyrese Gibson), Tej (Ludacris), Han
(Sung Kang), dan Gisele (Gal Gadot). Dengan misi menggagalkan rencana Shaw dan
memastikan keberadaan Letty, Dom dan kelompoknya juga meminta satu syarat lagi,
yaitu kebebasan dari semua tindak kriminal yang pernah mereka lakukan. Meski
berat hati, Hobbs mengabulkan permintaan mereka, dan menyusun strategi untuk
menangkap Shaw.
Action-wise, Fast and Furious 6 adalah paket komplit dan akan
memuaskan penggemar film aksi. Jika pada Fast Five perampokan menjadi unsur
tambahan yang memperkaya cerita, kali ini seni bela diri dan perlengkapan
militer berat yang dapat giliran. Dilema Dom yang kembali bertemu Letty di saat
ia tengah bersama Elena (Elsa Pataky) pun jadi bumbu cerita menarik. Karakter
seperti Roman dengan humornya, Tej yang tech-geek, serta pasangan Han dan
Gisele juga mendapat porsi cukup untuk unjuk kemampuan. Kehadiran aktor
Indonesia Joe Taslim jelas jadi perhatian utama penonton tanah air, dan ia pun
tidak mengecewakan sama sekali. Dengan peran pendukung sebagai anggota kelompok
Shaw bernama Jah, Joe Taslim menunjukkan ia tidak demam panggung atau berada di
bawah nama-nama besar Hollywood. Fast and Furious is all about cars and
actions.
Film keenam dari Fast And
Foriuos 6 ini pun sama sekali tidak meninggalkan identitas franchise ini. Fast
and Furious 6 jauh lebih berisik dan heboh dibanding pendahulunya, dengan
tingkat keekstriman yang over the top. Namun, itu lah yang membuat seri ini
dicintai penggemar: Fast and Furious tidak berusaha untuk menjadi film yang
cerdas dan memaksa otak penonton bekerja keras. Film ini sangat banyak
memepengaruhi masyarakat dunia yang mana banyaknya menampilkan adegan balapan,
perkelahian dan lain-lain.
Komentar
Posting Komentar