ORGANISASI INTERNASIONAL: UNI EROPA PROFIL DAN PERAN TERHADAP ISU KONTEMPORER


PENDAHULUAN
Sejarah telah mencatat bahwa negara-negara barat merupakan wilayah yang mana merupakan tempat munculnya peradaban manusia yang cukup maju. Mulai dari pesisir pantai sampai dengan wilayah daratan Eropa dan tidak luput dalam perkembangan peradaban kehidupan manusia dari dulu sampai sekarang.Hubungan di masa lalu yang tercipta sebagai hasil dari upaya pemenuhan kebutuhan hidup melalui perdagangan, perluasan wilayah, dan pengakuan kedaulatan dari wilayah-wilayah sekitar telah menimbulkan banyak kejadian penting yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan peradaban kehidupan manusia sampai detik ini.
Setelah berakhirnya perang dunia ke-2 para Negara-negara eropa banyak mengalami krisis ekonomi yang sangat berpengaruh bagi kemajuan dikala itu. Amerika serikat sebagai Negara super power ingin mengembalikan citra eropa dimata internaisonal kembali dengan membangun berbagai infrastruktur ekonomi yang kuat di wilayah eropa yang telah hancur pasca perang dengan memeberikan suntikan dana untuk memulihkan perekonomian mereka yang di sebut dengan Marshall plan pada tahun 1948. Kemudian dana bantuan tersebut dialokasika oleh Eropa untuk membangun dan membangkitkan kembali perekonomian mereka dengan membentuk kerjasama dalam bidang coal and steel (batu bara dan baja) yang diawali dengan dibentuknya The Organization of European Economic Cooperation (OEEC).
Anggota Uni Eropa sampai saat ini berjumlah 28 negara diantaranya adalah: Irlandia, Prancis, Portugal, Denmark, Yunani, Australia, Belgia, Luksemburg, Jerman, Belanda, Denmark, Swedia, Finlandia, Polandia, Ceko, Hongaria, Slovenia, Siprus, Malta, Slovakia, Latvia, Lithuania, Esthonia, Rumania, Bulgaria.
PROFIL
Nama                           : Uni Eropa
Tahun Berdiri              : 1 November 1992 di Maastricht, Belanda
Motto                          : United in Diversity
Lagu                            : Ode To Joy
Pusat pemerintahan     : Brussels, Luxembourg, Strasbourg
Bahasa resmi               : Bulgarian, Ceska, Denmark, Belanda, Inggris, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Malta, Polandia, Portugis, Romania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia
Negara anggota           : Austria, Belgia, Bulgaria, Siprus, Republik Ceska, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Kroasia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Romania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Inggris
Dewan pemimpin         : Komisi Eropa (Jean-Claude Juncker), Dewan Uni Eropa (Donald Tusk)
Dewan legislatif           : Majlis Tinggi (Dewan Uni Eropa), Majlis Rendah (Parlemen Eropa)
Luas                              : 4.324.782 km2
Penduduk                     : 502,486,499 jiwa (2011)
Mata uang                     : Euro
Situs web resmi            : Europa.Eu
Lambang                       :


PEMBAHASAN
A.    Geografi dan Ekonomi Eropa Paska Perang Dunia ke-II
·         Geografi
Seperti halnya sesudah perang-perang Napoleon (Napoleonic Wars) dan Perang Dunia I, maka sesudah Perang Dunia II terjadi pengaturan kembali perbatasan-perbatasan Eropa. Tentu saja sesuai dengan kemauan para pemenang. Di timur, Rumania harus melepaskan daerah-daerah Bucovina bagian utara dan Bessarabia kepada Uni Soviet, dan sebagian Dobruja kepada Bulgaria. Sebagai gantinya, Rumania mendapat Transylvania bagian utara dari Hungaria, lalu Hungaria harus juga menyerahkan beberapa daerahnya kepada Cekoslovakia. Finlandia juga terpaksa kehilangan daerah-daerah Petsamo di utara dan tanah genting Karelia (Karelian Isthmus). Di selatan kepada Uni Soviet, yang terakhir ini tetap menguasai negara-negara Baltik (Estonia, Latvia, Lithuania) dan meluaskan kekuasaannya ke arah selatan sepanjang Laut Baltik dengan menganeksasi bagian utara Rusia timur. Selanjutnya Polandia terpaksa mengakui perbatasan-perbatasannya yang telah ditetapkan oleh Uni Soviet dalam perjanjian rahasia Nazi-Soviet. Sebagai imbalannya batas Polandia diperluas ke arah barat (garis Oder-neise di Jerman Timur).
Berbeda dengan apa yang diperoleh Uni Soviet, maka perubahan-perubahan perbatasan di daerah-daerah yang diduduki Amerika Serikat dan Inggris tidak begitu menguntungkan. Perancis mendapat kembali batas-batas semula. Pertambangan batubara Saar dapat dipergunakan Perancis. Meskipun terikat secara ekonomis pada Perancis, namun daerah ini kedaulatannya tetap pada Jerman. Denmark dan Belgia juga mendapat sedikit tambahan daerah dari Jerman. Italia, selain menyerahkan beberapa daerah perbatasannya kepada Perancis, juga kehilangan jajahannya di seberang lautan dan mengembalikan Dodecanese kepada Yunani.
Terdapat kesulitan dalam, penentuan batas-batas di garis pertemuan pengaruh Inggris-Amerika Serikat dan Uni Soviet. Garis itu merupakan garis dari utara ke selatan: Laut Baltik-Jerman bagian tengah-Cekoslovakia-Austria-Yugoslavia. Bertahun-tahun melalui perundingan yang sulit untuk menyelesaikan masalah perbatasan-perbatasan ini akhirnya 30 tahun kemudian sesudah perang besar itu selesai, semua pergeseran perbatasan itu resmi diakui dalam pertemuan puncak kepala-kepala negara di Helsinki (Agustus 1975).
Di awal jalannya, kebangkitan kembali kehidupan politik di negara-negara yang dipengaruhi Inggris-Amerika dan Uni Soviet berbeda. Hal ini selain disebabkan ide serta tradisi politik yang berbeda dari masing-masing negara besar itu, juga karena selama perang berlangsung tidak ada kesepakatan di antara mereka, bagaimana bentuk penyelesaian sesudah perang terhadap negara-negara yang dibebaskan sejauh yang dapat dicapai, tiga besar (Amerika Serikat, Inggris dan Uni Soviet) hanya menyepakati bahwa negara-negara Eropa itu nanti akan tetap merupakan negara demokrasi. Akan tetapi masalah yang kemudian timbul ialah tidak adanya kesatuan makna mengenai apa yang disebut “demokrasi” itu.
·         Ekonomi
Setelah perang dunia ke-2 berakhir, keadaan Eropa sangat kacau dan semakin parah. Hal ini mengakibatkan Wilayah Eropa rentan terhadap pengaruh dari luar. Amerika tidak ingin Eropa terpengaruh oleh Komunisme, khususnya dalam bidang ekonomi. Dengan aksi tanggap Amerika mencoba mempengaruhi Eropa. Beberapa aksi donasi yang dilakukan Amerika terhadap negara-negara Eropa adalah Thruman Doctrin (1947), lembaga ini membantu pertumbuhan ekonomi Yunani dan Turki. Bantuan donasi lainnya adalah Marshall Plan (1947), lembaga ini memberi bantuan ekonomi dan militer untuk membangun kembali ekonomi atas rencana yang terlebih dahulu dibuat oleh negara-negara Eropa dan disetujui oleh Amerika Serikat. Dengan bantuan Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat secara bertahap menata kembali perekonomiannya, bahkan negara-negara tersebut membentuk suatu badan kerja sama ekonomi yang disebut European Economic Community (EEC) atau lebih dikenal dengan MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa).
Namun ternyata Uni soviet tidak hanya tinggal diam. Uni Soviet juga melakukan hal yang sama. Bantuan yang diberikan Uni soviet ditunjukkan kepada negara­-negara Eropa Timur dan negara-negara komunis Iainnya. Melalui Molotov Plan yaitu rencana bantuan ekonomi yang diprogram oleh Menteri Luar Negeri Uni Soviet yang bernama Molotov. Dengan bantuan itu negara­-negara Eropa Timur menata kembali ekonominya. Mereka juga membentuk badan kerja sama ekonomi negara-negara Eropa Timur yang dinamakan COMICON (Cominiteren Economic).


B.     Sejarah Uni Eropa
Uni Eropa merupakan bukti dari kerjasama regional yang saling menguntungkan dan penuh dengan kepercayaan serta kekompakan antar setiap negara anggotanya. Sehingga saat ini, tak sedikit organisasi regional di beberapa kawasan ingin menyempurnakan diri supaya menjadi organisasi regional seperti Uni Eropa sekarang. Kemajuan dan kejayaan UE di abad ke-21 ini, bukanlah dalam sekejap mata apa yang diinginkan dapat terwujudkan, akan tetapi perjalanan panjang dan pahit manis dari organisasi serta setiap negara inilah yang menjadikan ia mapan diantara organisasi-organisasi regional lainnya.
Ketika ditarik kebalakang akan perjalanan keorganisasian organisasi ini, ia bermula semenjak berakhirnya perang dunia kedua yang menyebabkan perekonomian Eropa collapse dan Eropa dilanda krisis besar-besaran pada saat itu. Melihat hal ini, negara super power Amerika Serikat dan sekutu sebagai negara-negara yang terlibat langsung akan peperangan tersebut, mereka hendak mengembalikan citra mereka di mata masyarakat internasional dengan cara ikut serta membangun kembali kerusakan-kerusakan infrastruktur yang terjadi di Eropa dengan cara memberikan bantuan dana kerusakan akibat perang dan suntikan dana untuk mememulihkan perekonomain mereka yang disebut marshall plan pada tahun 1948 (Faisal, 2015). Kemudian dana bantuan tersebut dialokasika oleh Eropa untuk membangun dan membangkitkan kembali perekonomian mereka dengan membentuk kerjasama dalam bidang coal and steel (batu bara dan baja) yang diawali dengan dibentuknya The Organization of European Economic Cooperation (OEEC).
Kemudian di tahun 1950 Menteri Luar Negeri Francis, (Tuwo, 2016) Robert Schuman mengambil sebuah keputusan untuk melakukan integrasi perekonomian antara Jerman dan Francis dalam melakukan kerjasama bidang coal and steel, dan kemudian diikuti oleh beberapa negara, yakni; Italia, Belgia, Belanda dan Luxemburg yang menjadi pondasi awal terbentuknya European coal and steel community (ECSC). Dan kemudian pada akhirnya keenam negara inilah yang akan menjadi the founding father dari European Union.
Perkembangan dari organisasi ini teryata membuahkan hasil yang baik untuk perekonomian Eropa kala itu., sehingga ia mulai berkembang dari organisasi European coal and steel community (ECSC) menjadi European Atomic Energy Community (EURATOM) dari traktat roma tahun 1957 untuk bekerjasama dalam pembangunan energy dan integrasi ekonominya berkembang pada tarap selanjutnya yakni The European Economic Community tahap common market. Pada tahap ini, setiap negara anggota yang tergabung dalam EURATOM tidak mendapat hambatan tarif dan membuat tarif bagi setiap negara non anggotanya. Penghapusan tariff tersebut berlaku pada bidang pertanian, transportasi dan imigran bagi negara-negara anggota.
Langkah berikutnya, pada tahun 1967 dibawah paying marger treaty, dibawah institusi ECSC dan EURATOM berubah menjadi European Community (EC), kemudian tahun 1968, segala hambatan diantara negara-negara anggota dihilangkan dan mengikuti agenda tahunan tentang pengaturan keuangan dalam hal pengeluaran European Community. Kemudian tahun 1979 merupakan tahapan utama penyempurnaan organisasi ini, yaitu dengan melakukan pemilihan langsung yang pertama kalinya dalam menentukan European Parlement.
C.    Uni Eropa Sebagai Organisasi Regional
Sebenarnya organisasi regional Uni Eopa merupakan organisasi yang hanya berfokuskan kepada perekonomian di wilayah tersebut. Akan tetapi seiring berkembangnya organisasi ini, ia mulai berfokus kepada beberapa hal lain selain ekonomi. Diantaranya; keamanan, politik dan lingkungan.
a.      Ekonomi à Beserta Fokusnya
Jika kita ingin melihat pergerakan ekonomi dari organisasi ini, maka kita dapat memandang dari setelah terciptanya Uni Eropa tepatnya pada tahun 1986. Ini merupakan langkah besar bagi organisasi Uni Eropa. Dimana pada tahun ini dibentuknya kedaulatan di atas kedaulatan negara anggota European Community. The Single European Art memberikan serta menerapkan 300 peraturan dalam mengatur negara dan mengharmonisasikan standar kebijakan bagi negara anggotanya, seperti; pajak, kesehatan, keselamatan dan lain-lain. The Single European Art adalah pemberian standar bagi negara anggota yang miskin yang harus ditanda tangani oleh mereka sebelum memasuki organisasi ini (Faisal, 2015).
Pada tahun 1992 adanya Maastricht Treaty yang dilakukan oleh Uni Eropa dalam menjadikan organisasi ini sebagai organisasi yang sempurna dan ini merupakan langkah tebesar Uni Eropa yang pernah ada sebelumnya. Di tahun ini ditetapkannya tiga pilar yang harus diikuti oleh setiap negara anggotanya. Ketiga pilar tersebut adalah European Community yang meliputi custom union, internal market comment agricultural policy, dan economic and monitory union, kemudian comment foreign and security policy serta cooperation in justice and home affairs.
Kemudian pada tahun 2000, Uni Eropa mengharuskan dan menerapkan aturan bagi setiap negara anggotanya untuk menggunakan satu mata uang kawasan tersebut yankni Euro. Artinya setiap negara anggota Uni Eropa tersebut harus meggunakan Euro dan mengganti mata uang nasionalnya menjadi Euro. Kemudian Uni Eropa membentuk European central bank yang mengatur kebijakan moneter setiap negara anggotanya di bawah naungan Uni Eropa secara umumnya (Faisal, 2015).
b.      Politik à Beserta Fokusnya
Uni Eropa bukan sebuah negara federal ataupun organisasi internasional, akan tetapi merupakan sebuah badan otonom antara keduanya dalam bidang hukum istilah yang digunakan merupakan organisasi supranasional. Uni Eropa bersifat unik karena para negara anggota tetap menjadi negara-negara yang independen, akan tetapi mereka menggabungkan kedaulatan mereka, dengan demikian mereka memperoleh kekuatan dan pengaruh yang lebih besar.
Dalam praktiknya penggabungan kedaulatan terhadap negara-negara anggota yang mana mendelegasikan sebagian kuasa mereka dalam hal mengambil keputusan kepada lembaga-lembaga bersama yang telah didirikan sehingga keputusan untuk masalah-masalah tertentu yang meliatkan kepentingan bersama dapat diambil secara demokratis pada tingkat eropa. Uni eropa memiliki tiga lembaga yaitu:
·         Parlemen eropa yang mewakili warga negara uni eropa dan dipilih langsung oleh mereka.
·         Dewan eropa yang mewakili masing-masing negara anggota.
·         Komisi eropa yang berupaya untuk menegakkan kepintingan uni eropa secara keseluruhan.

D.    Permasalah Uni Eropa dan Keluarnya Inggris
Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa menyusul referendum dengan hasil 52% untuk berpisah dan 48% tetap bergabung. Ada sebuah petanyaan diantara kalangan pengamat politisi dunia yang mana pertanyaan ini masih menjadi pertanyaan besar yaitu, Apakah keluarnya Inggris dari Uni Eropa setelah 43 tahun akan membuka jalan terpecahnya Britania Raya?
Britania Raya terdiri dari England, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara. Dua mantan perdana menteri Inggris, Sir John Major dan Tony Blair awal bulan Juni ini memperingatkan bahwa keluar England dan wales dari Uni Eropa akan merusak kesatuan Britainia Raya. Negara irlandia utara yang mana merupakan salah satu negara bagian dari Britania Raya yang merasa sangat dirugikan atas keputusan referendum ini. Seperti yang telah diutarakan oleh wakil menteri besar Irlandia Utara Martin McGuinness. Tetapi dlihat dari keputusan akhir nya hanya England dan Wales saja yang telah keluar dari keanggoaan Uni Eropa, sedangkan irlandia Utara dan Skotlandia tetap berada di keanggotaan Uni Eropa.
Referendum yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juni adalah untuk memutuskan apakah Inggris harus keluar atau tetap dalam Uni Eropa. Yang memilih keluar atau yang disebut Brexit mencapai 52% sementara yang tetap 48%. Mereka yang menggunakan hak suaranya mencapai 71,8% dengan lebih dari 30 juta orang yang memilih, jumlah terbesar sejak pemilu tahun 1992. England sendiri memilih Brexit dengan angka 53,4%-46,6% begitu juga dengan Wales. sedangkan Skotlandia dan Irlandia Utara memilih untuk tetap bersama Uni Eropa. Alasan inggris keluar dari Uni Eropa memang membuat banyak orang penasaran. Pasalnya mereka malah memutuskan keluar setelah cukup lama bergabung dalam Uni Eropa. Berita mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa sudah dipastikan dari hasil referendum yang dilaksanakan pada Kamis (23/6/2016) waktu setempat. Inggris memang sudah bergabung dengan Uni Eropa cukup lama sekali. Terhitung mereka sudah bergabung dari tahun 1973, bahkan mereka juga sudah bergabung sebelum memakai nama Uni Eropa. Seperti yang kita ketahui bahwa Uni Eropa memang sebelumnya bernama European Economic Community (EEC). Namun dua tahun setelah bergabung dengan EEC, lebih tepatnya pada tahun1975, mereka kembali membuat referendum untuk rakyat Inggris yang merasa terbebani dengan adanya EEC. Dari hasil referendum saat itu sebagian besar rakyat inggris masih lebih memilih bergabung dengan EEC dari pada harus keluar.
Belum lama ini, laman Telegraph melaporkan, ada 10 alasan mengapa Inggris harus meninggalkan Uni Eropa, sebagaimana dikatakan seorang jurnalis yang juga penulis, David Hannan.
1.      Inggris mengalami defisit perdagangan dengan negara-negara anggota MEE (Uni Eropa) yang dengan rata-rata 30 juta poundsterling per hari. Sebaliknya, neraca perdagangan Inggris mengalami surplus dengan setiap benua di dunia.
2.      Pada tahun 2010, kontribusi ‘kotor’ Inggris untuk anggaran Uni Eropa mencapai 14 miliar pound sterling. Padahal, Inggris hanya bisa menyimpan 7 miliar pound sterling setahun dengan seluruh pengeluaran pemerintah.
3.      Angka yang tercatat di Komisi Eropa, biaya tahunan regulasi Uni Eropa lebih besar daripada keuntungan dari pasar tunggal dengan 600 sampai 180 miliar euro.
4.      Kebijakan Pertanian Bersama membebankan setiap keluarga biaya sebesar 1.200 Poundsterling per tahun karena tagihan makanan menjadi lebih tinggi sejak Inggris masuk UE.
5.      Jika berada diluar Kebijakan Perikanan Umum UE, Inggris bisa mengembalikan kendali atas perairan hingga 200 mil dari garis tengah. Inggris pun dapat mengambil sekitar 65 persen saham Laut Utara.
6.      Analisis mendalam oleh Departemen Kehakiman Federal Jerman menunjukkan bahwa 84 persen dari undang-undang di negara yang berasal dari Uni Eropa, bukan dari domestik Inggris.
7.      Di luar Uni Eropa, Inggris akan bebas untuk menegosiasikan perjanjian perdagangan yang jauh lebih liberal dengan negara-negara dunia ketiga daripada di Uni Eropa. Selama ini, Inggris harus berdagang dibawah Tarif Eksternal umum.
8.      Negara-negara dengan PDB per kapita tertinggi di Eropa seperti Norwegia dan Swiss. Keduanya memiliki ekspor yang lebih proporsional ke Uni Eropa lebih besar dengan tingkat ekspor Inggris ke Uni Eropa.
9.      Diluar Uni Eropa, Inggris bisa menerapkan deregulasi, lebih kompetitif, dan menikmati surga ‘lepas pantai’ yang lebih luas dan mendalam.
10.  Inggris akan lebih demokratis jika berada di luar Uni Eropa


REFERENSI

·         Faisal. (2015, Januari 14). landasanteori.com. Retrieved Oktober 1, 2016, from landasanteori.com: http://www.landasanteori.com/2015/10/uni-eropa-sejarah-dan-perkembangan-dan.html
·         Tuwo, A. G. (2016, mei 9). http://global.liputan6.com. Retrieved oktober 1, 2016, from Liputan6.com: http://global.liputan6.com/read/2502541/sejarah-uni-eropa-dari-batu-bara-ke-organisasi-besar-dunia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem pemerintahan negara swedia.

Pengertian ICCPR, CEDAW, CAT

Terorisme Sebagai Ancaman Stabilitas Keamanan Dunia Internasional