KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI DALAM POLITIK INTERNASIONAL

KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI DALAM POLITIK INTERNASIONAL
Pengantar
Sebagian besar studi mengenai politik internasional pada hakekatnya telah menjadi studi mengenai kebijakan luar negeri. Studi ini memusatkan perhatiannya pada deskripsi kepentingan, tingkatan dan unsur kekuatan Negara adikuasa. Dalam hal apa kalau ada kebijakan luar negeri menjadi politik internasional? Perbedaan kedua istilah ini mungkin lebih bersifat akademi daripada rill, tetapi perbedaan secara kasar adalah mengenai “tujuan dan tindakan” atau keputusan dan kebijakan dari satu atau beberapa Negara dan interaksi antara dua Negara atau lebih. Menurut Fred. A. Sondermann, the lingkage between foreign policy an International Politics.
Dari politik international dari kebijakan luar negeri dapat memngacu kepada semua bentuk interaksi antara masyarakat yang berbeda beda, apakah ia di sponsori oleh pemerintah atau tidak. Dalam studi hubungan international mencakup analisis kebijakan luar negeri atau proses politik antar bangsa bangsa, ia mencakup juga studi mengenai serikat perdagangan international, PMI, tourism, transsportasi,komunikasi dan perkembangan yang lain dan etik international
Untuk menjelaskan kondisi kondisi aopa yang membuat Negara berperilaku,pertama-tama harus digambarkan secara umum apa yang dilakukan oleh Negara, dengan menggunakan pendekatan bangsa sebagai actor,maka kita akan dapat menyelidiki komponen komponen kebijakan luar negeri.
Kebijakan Luar Negri
Bagaimana kita memahami segala gejala gejala yang melampaui batas nasional yaitu mengirimkan nota diplomatic, mengumumkan doktrin, membentuk persekutuan atau perumusan tujuan jangka panjang seperti umpamanya membuat dunia aman dan damai. Semuanya ini ada kaitannya dengan kebijakan politik luar negeri. Tindakan atau gagasan yang dirancang oleh pembuat kebijakan untuk memecahkan masalah masalah atau mempromosikan suatu perubahan dalam linngkungan yaitu dalam kebijakan sikap dan tindakan dalam Negara lain.
Pada waktu tertentu ada Negara menaruh perhatian pada ancaman langsung dari Negara lain, beberapa Negara sangat lemah dalam kemampuan atau sarana yang dapat mereka gunakan untuk mempengaruhi perilaku Negara lain, sehingga sungguhpun mereka menaruh perhatian pada suatu masalah, sedikit sekali yang dapat mereka lakukan secara langsung untuk mempengaruhinya, umpamanya Negara firlandia secara langsung tidak akan berminat pada suatu masalah afrika tengah dan mungkin juga tidak mau terlibat secara langsung dengan urusan urusan dengan Negara afrika tengah, banyak orang orang eropa dan amerika yang pemerintahannya memelihara komitmen yang ekstensif diseluruh dunia yang mana tujuan serta aspirasi kebijakan luar negerinya menimpa kepentingan dan nilai masyarakat lain, sebaliknya banyak Negara atau pemerintah yang tidak memperhatikan dengan Negara lain apabila tidak memajukan atau melindungi keperluan warga Negaranya melalui perdagangan dan hubungan kebudayaan yang rutin maka dengan demikian kadar keterlibatan dalam urusan (varfa) sistem yang berbeda menurut ragam misinya.
Tingkat keterlibatan suatu Negara dalam bidang international merupakan suatu ungkapan orientasi terhadap dunia lainnya, yang dimaksud dengan orientasi adalah sikap dan komitmen suatu Negara terhadap lingkungan eksternal dan strategi fundamentalnya untuk mencapai tujuan dalam dan luar negerinya dan untuk menanggulangi ancaman yang berkesinambungan. Strategi atau orientasi umum suatu bangsa jarang diungkapkan dalam suatu keputusan tetapi merupakan suatu keputusan kumulatif yang diambil dalam upaya untuk menyesuaikan tujuan lingkungan domestic dan eksternal.
Dengan demikian dengan mengkaji struktur kekuasaan dan pengatuh serta tindakan politik dalam sistem international dapat diidentifikasikan paling sedikit 3 orientasi fundamental yang telah diterapkan tanpa menghiraukan konteks sejarah,orientasi itu adalah : 1 isolasi 2 nonblok 3 pembentukan kualisi dan aliansi.
Kebijakan Luar Negeri dalam Strategi Isolasi
Isolasi sebagai strategi politik dan militer adalah tingkat keterlibatan dari jumlah diplomatic komersial politik dan lain lainnya dengan masyarakat dengan Negara lainnya serta untuk upaya menutup rapat negeri terhadap Negara lainnya mengenai berbagai bentuk penetrasi eksternal. Orientasi oleh para isolasionis ( adalah yang suka mengecilkan negrinya dari dunia luar ) didasarkan atas asumsi bahwa Negara mencapai keamanan dan kemerdekaan dengan mengurangi transaksi dengan unit unit politik lainnya atau dengan memelihara hubungan diplomatic dengan luar negeri sambil mengurangi semua ancaman yang dirasakan dengan membentuk “ tembok” “ administrasi” disekitar basis dalam negerinya.
Menurut logika suatu orientasi isolasionis akan diterapkan atau dapat berhasil paling sedikit hanya dalam suatu sistem dan struktur secara rakyat dimana ancaman militer, ekonomi dan ideologi tidak mungkin ada. Unit politik yang menerapkan orientasi isolasi biasanya dapat memenuhi kebutuhan sendiri secara ekonomis dan social. Untuk dapat mempertahankan “ cara hidup ” atau way of life, nilai social, struktur politik dan pola ekonomi, suatu unit politik tidak wajib untuk mengubah lingkungan luarnya untuk kepentingannya. Dalam banyak hal unit politik tidak pula bergantung kepada Negara lain untuk memenuhi kebutuhan social dan ekonominya. Orientasi isolasi dapat dikaitkan secara langsung dengan kehadiran ancaman yang dirasakan, apakah itu ancaman secara militer, ekonomi atau cultural. Beberapa unit politik masih tetap terisolasi selama berabad abad karena rintangan geografis yang mengalami serangan dari luar. Namun kebanyakan unit politik menerapkan strategi isolasi untuk menanggulangi masalah potensial atau actual yang tidak berarti tidak dengan cara suatu pertempuran tetapi dengan bersembunyi di belakang front dengan membangun pertahanan yang akan membuat negaranya tidak dapat ditembus oleh suatu serangan militer atau infeltrasi kebudayaan. Karakteristik geografis dalam banyak hal dikaitkan dengan strategi isolasi, gunung yang tinggi,laut yang luas, tanah datar atau padang pasir yang tidak dihuni akan merupakan perlindungan bagi unit politik. Misalnya rintangan guniung yang tinggi dan kurang nya jalan masuk menguntungkan osolasi Negara Nepal. Nepal tidak jauh dari pusat pengaruh militer, ekonomi dan politik inggris. Ketika masih menjajah india ( sebelum tahun 1947 ) tetapi rintangan alam yang mengelilingi untuk menyangkal serbuan pihak asing secara besar besaran.
Isolasi Jepang yang disengaja selama beberapa abad setelah kontak orang orang jepang dengan orang orang eropa adalah 1 isolasi strategi dari suatu Negara sebagai tanggapan terhadap ancaman yang dirasakan dan pengambilan manfaat dari keterkaitannya, Dalam hal ini kaisar jepang telah mengucilkan kepulauan jepang ( walaupun mereka memberikan toleransi untuk suatu perdagangan yang minimum dengan orang eropa ) ialah untuk mencegah infeltrasi ( penyusupan ) orang orang eropa. Dalam bentuk penaklukan wilayah atau polusi yang lebih harus terhadap kekayaan dan nilai nilai jepang oleh praktek pihak asing. Akan tetai pada pertengahan abad 19 kakuatan angkatan laut barat di pacific telah menjadi sangat kuat sehingga dapat dengan mudah membuka ketertutupan jepang dan membuat jepang berdagang dengan inggris raya, amerika serikat, dan beberapa Negara Negara eropa. Jepang berperan sebagai salah satu unit politik yang terpenting dalam konflik utama di timur jauh. Contoh isolasi yang disengaja sebagai suatu orientasi kebijakan luar negeri yang tidak begitu menonjol dalam bagian kedua abad 19 selama lebih dari satu dasawarsa pemerintah Burma mengurangi secara diskrinatif hubungan dengan dunia luar dan mengisolasi dirinya dari penetrasi asing . misi bantuan luar negeri kecuali dari beberapa Negara organisasi international ditolak, turisme dilarang dengan suatu peraturan yang membatasi pengunjung untuk tidak tinggal selama 40 jam, pemerintah menolak untuk bergabung dengan aliansi regional atau dengan kelompok ekonomi atau kebudayaan, hanya ada beberapa mahasiswa Burma yang belajar diluar negeri, semua perusahaan asing swasta dinasionalisasikan, semua film dari luar di stop dan penanaman modal asing yang baru tidak diijinkan.
Burma masih tetap sebagai anggota organisasi international tetapi dalam dewan dewan organisasi international tersebut Burma masih bersifat diam dan tidak mau terlibat dalam masalah international. Banyak alasan yang menjadi dasar orientasi isolasi Burma tapi kebanyakan alasan itu mencerminkan kecemasan atau ketakuan akan menjadi obyek persaingan dengan Negara Negara besar dan akan didominasi pihak asing terhadap aktivitas ekonomi Burma atau ketakutan bahwa masyarkat Burma akan dipengaruhi oleh kekuatan kebudayaan asing yang dibawa melalui para pejabat bantuan asing, turisme dan gaya iklan barat.
Contoh contoh diatas memperlihatkan bahwa ada perasaan yang kuat bagi pemerintahannya untuk memilih strategi isolasi. Unit politik yang jauh dari kancah dunia disekeliling mereka yang penuh dnegan konflik yang secara ekonomis dan militer relative indipenden dan yang curiga bahwa keterlibatan hanya akan mebbawa bahaya nilai nilai social, ekonomi dan politik mereka. Mereka yang menganut strategi isolasi sebagai kebijakan luar negerinya yakin bahwa mereka mampu memelihara nilai nilai mereka dan dapat mencapai aspirasi mereka melalui isolasionisme.
Strategi Non Blok
Secara tradisional adanya perbedaan dari istilah istilah seperti netralitas netralisme dan nonblok, dalam suatu hal ketiga istilah ini berarti tipe orientasi kebijakan luar negeri yang sama, dimana suatu Negara telah melibatkan kemampuan militer dan kadang kadang dukungan diplomatic terhadap Negara Negara lain. Keengganan melibatkan kemampuan militer terhadap Negara Negara lain adalah bukti nonblok sebagai suatu strategi kebijakan luar negeri.
Ada beberapa varisasi dalam beberapa keadaan yang mendorong suatu Negara untuk menerapkan kebijakan nonblok, disinilah netralitas dan netralisme mempunyai makna yang berbeda, netralitas menngacu ke kasus hukum selama permusuhan bersenjata. Didalam pola hukum netralitas international Negara tidak berperang selama masa perang memiliki sejumlah hak dan kewajiban tertentu yang tidak diberikan kepada Negara yang berperang. Alasannya mengatakan bahwa suatu Negara netral boleh tidak mengizinkan penggunaan wilaya-nya sebagai operasi militer oleh salah satu Negara yang berperang, tidak boleh menyediakan bantuan militer kepada pihak yang berperang, boleh menggunakan jalur bebas laut terbuka untuk mengangkut barang barang militer dan dalam keadaan tertentu menembus blockade Negara Negara yang berperang dan itu netralitas.
Negara netral harus memperhatikan perilaku ini selama konflik bersenjata da selama masa damai harus pula menahan diri dari pembentukan aliansi militer dengan Negara Negara lain. Perbedaan utama antara Negara Negara netral dengan Negara nonblok ialah bahwa Negara netral memperoleh kedudukannya berdasarkan tindakan Negara lain sedangkan Negara nonblok memilih orientasi nya sendiri dan tidak ada jaminan bahwa posisinya akan
dihormati oleh Negara lain. Suatu negara sering netral kalau Negara Negara yang kuasa sepakat untuk menjamin posisi nonblok nya melalui suatu traktat international. Negara Negara besar di eropa menetralkan swiss pada tahun 1815, belgia 1881 dan Luxemburg pada tahun 1867, Austria dan laos masing masing di netralkan pada tahun 1955 dan tahun 1962 dengan persetujuan antara Negara Negara utama barat dan uni soviet ( Uni Soviet ). Di bawah traktat netralisme suatu Negara mengikatkan dirinya sendiri untuk tidak mengijinkan pasukan pasukan asing hadir di wilayahnya atau dengan suatu cara mengkompromikan statusnya dengan membuat persetujuan militer atau dengan memberikan hak hak istimewa militer kepada Negara lain di wilayahnya sendiri. Sebagai imbalannya Negara Negara penjamin berusaha untuk tidak melanggar keutuhan wilayah atau hak hak Negara netral baik pada masa perang maupun pada masa damai.
Swiss misalnya pembinaan diplomatic swiss telah sering mengambil alih tugas minimal di bidang komunikasi dan perwakilan Negara Negara lain yang menghadapi ketengangan hubungan diplomatic. Selama dua perang dunia yang lalu swiss melaksanakan berbagai pelayanan ekstra bagi Negara Negara yang berperang antara lain merawat tawanan perang, mengatur para diplomat yang dipersonalnegarakan dan bertindak sebagai agen penghubung utama untuk sejumlah kecil komunikasi diplomatic rahasia antar pemerintah dan Negara Negara yang berperang atau dengan yang lainnya. Pemerintah Swiss adalah juga markas besar palang merah international di Swiss telah bertindak sebagai saluran komunikasi pada gencatan sejata, negosiasi atau perdamaian.
a. Bentuk non blok
Yang paling umum dewasa ini dijumpai diantara Negara Negara yang atas diperkrasai diri dan tanpa jaminan lain menolak mengikatkan dirinya secara militer dengan kepentingan dan tujuan Negara Negara besar. Sungguh pun Negara Negara non blok itu memberikan dukungan diplomaticnya kepada suatu blok atau Negara lain mengenai issue tertentu namun mereka tetap menahan diri untuk tidak memihak secara diplomatic kepada suatu blok mengenai sesuatu issue. Peran mereka adalah indipenden dalam sistem sebagai suatu keseluruhan meskipun dengan wilayah wilayah tertentu mungkin secara militer, ideologi, dan mitologi mereka bersatu. Negara nonblok eropa seperti irlandia swedia firlandia biasanya bersimpati kepada nilai nilai keperntingan barat tetapi secara resmi tidak mau
bergabung dalam organisasi militer seperti NATO. Mereka mencoba untuk tidak terlibat dalam konflik konflik blok meskipun pada kesempatan mereka mengembangkan rencana penyelesaian masalah tanpa kekerasan. Negara Negara non blok di kawasan Negara Negara yang sedang berkembang ( developing countries ) juga menghindari komitmen formal dengan suatu blok tapi Negara Negara tersebut memperlihatkan suatu kecendrungan untuk tidak mempercayai kekuatan kekuatan utama barat secara terbuka melancarkan kritik terhadap tindakan suatu Negara yang tidak mereka setujui.
Dalam konteks international dewasa ini, strategi non blok merupakan berbatas dengan kekuatan militer dalam beberapa issue bangsa bangsa yang menganggap diri mereka non blok pada kenyataannya masih berkerjasama dalam issue diplomatic dan ekonomi dalam Negara Negara besar karena mereka memiliki kepentingan bersama seperti membantu atau mendukung gerakan anti colonial dan mengorganisasikan berbagai usaha untuk memperoleh persatuan yang lebih baik dalam perdagangan dengan Negara Negara industry. Dalam konferensi konferensi perdagangan international dan mengenai beberapa issue di PBB Negara nonblok bergabung untuk meningkatkan berbagai pengaruh mereka terhadap Negara Negara industry dan para pemimpin blok.
b. Kelompok 77
Kelompok Negara berkembang ada 77 tetapi sekarang 120 lebih negara, telah bertindak selaku koalisi diplomatic merupakan suatu blok dalam konferensi international yang menyatakan diri sebagai Negara non blok.
c. Orientasi Non Blok
Orientasi non block dapat di kaitkan dengan sejumlah pertimbangan dan tekanan dalam negeri. Beberapa unit politik sudah meneraplan orientasi ini sebagai suatu cara untuk memeperoleh konsesi ekonomi yang maskimal dari kedua blok, dengan mungkin bahwa membentuk rencana militer yang permanen dengan suatu blok akan menutup blok lain sebagai sumber pasok pasar dan bantuan luar negeri karena pemerintah dunia ketiga mempunyai komitmen untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang memadai secepat mungkin.
d. Politik Non Blok
Menurut para non blok bahwa melalui aliansi, bangsa mengorbankan kebebasan bertindak dan kehilangan kesempatan untuk memutuskan kebijakan menurut kebutuhan sendiri. Dalam banyak hal aliansi memaksa negara yang lemah untuk mengorbankan kepentingan nya sendiri demi kepentingan adi kuasa dan apabila ada ketegangan Negara yang kecil biasanya tidak mampu mempengaruhi perilaku blok sedangkan sebagai Negara yang merdeka Negara non blok mempunyai ruang untuk bergerak dan mungkin mampu untuk mempengaruhi perilaku dan tindakan kedua blok.
e. Strategi Non Blok
Secara khusus sangat cocok dengan kondisi dan kebutuhan politik luar negeri Negara Negara yang sedang berkembang, karena diungkapkan dengan istilah-istilah anti barat. Dia cocok dengan sikap anti colonial, dengan menekankan bahaya terhadap kepala bangsa dan intrik-intrik negra-negara adukusa, dia membantu terciptanya persatuan nasional yang mana suatu kondisi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terpecah-pecah oleh perbedaan agama, suku bangsa, dan bahasa.
Bagi banyak pimpinan nasionalis Afrika dan Asua strategi politik non blok menyatakan dan menekatkan kemerdekaan mereka sangat diphami, mereka merasa bahwa secara politis ada manfaatnya didalam dan luar negeri untuk tak memberikan pesan mengadakan komitmen militer dan ideologi dengan bekas penjajah mereka atau negara-negara yang mungkin akan menyetujui kemerdekaan mereka di masa depan.
f. Kondisi Non Blok
Kondisi yang sukses pada dasarnya adalah jiga masalah kredibilitas yaitu meyakinkan
negara-negara lain bahwa strategi tersebut sesungguhnya menguntungkan mereka sendiri. Dalam kondsi non blok negara-negara tersebut jika terjadi krisis atau konflik disekitar atau dekat perbatasan negara, ia harus menghindar keterlibatannya
Koalisi Diplomatik dan Mliter
Suatu pemerintahan yang berusaha membangun suatu koalisi diplomatic atau militer adalah negara-negara yang tidak dapat mencapai tujuan mereka untuk mempertahankan kepada mereka sendiri atau menghalangi ancaman-ancaman yang diresahkan dengan mobilisasikan kemampuan mereka sendiri, jadi mereka mengandalkan dan membuat komitmen dengan negara lain yang juga menghadapi masalah luar negeri yang sama atau secara bersama-sama mereka mencapai tujuan tersebut.
Strategi aliansi secara erat dikaitkan dengan kebutuhan dalam negeri, negra-negara yang sama menghadapi masalah ekonomi yang sama. Mungkin dapat membentuk kelompok perdagangan atau koalisi diplomatic yang mempertahankan solidaritas dalam isu perdagangan. Jadi walaupun dalam banyak masalah negara-negara berkembang bukan merupakan suatu blok dalam pengertian militer-diplomatik, tetapi mereka telah bergabung untuk memperoleh hubungan dagang negara-ngara industri. Koalisi ekonomi yang paling efektif adalah organisasi negara-negra pengekspor minyak (OPEC) The Organization of Petrolium Exporting Countries. Yang telah berhasil menaikkan harga minyak meskipun masih ditentang oleh konsumen yang mereka hadapi di Amerika Serikat untuk mengadudomba para anggota dengan isu-isu non minyak. Negara-negara anggota jelas memiliki kepentingan bersama dalam memperoleh keuntungan bersama dalam memperoleh keuntungan yang lebih besar atau sumber-sumber alam milik mereka satu-satunya. Tetapi jika mereka bertindak sendiri-sendiri mereka tidak akan pernah mencapai tujuan mereka karena konsumen dapat mencapai produsen lain tetapi dengan bertukar kartel atau monopoli para produsen.
Bangsa-bangsa yang mengambil keputusan karena berbagai alas an ideologi dan alasan dalam negeri untuk melanggar suatu program atau menggabungkan diri untuk membentuk aliansi militer pada dasarnya untuk melayani berbagai tujuan politik luar negeri lainnya dan untuk kemampuan militer mereka terhadap negara-negar lain dan juga mempertahankan kemerdekannya untuk tetap berkuasa terhadap pemberintakkan atau survensi internal yang didukung oleh pihak luar negeri. Bantuan militer yang diberikan dengan persetujuan aliansi dapat digunakan oleh pihak penerimaan untuk menumpas pemberontakkan dalam negri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem pemerintahan negara swedia.

Pengertian ICCPR, CEDAW, CAT

Terorisme Sebagai Ancaman Stabilitas Keamanan Dunia Internasional